Sajikan Sagu Gulung Komplit, Natuna Raih Juara di Festival Pangan Lokal B2SA Nasional 2019

0
141

NATUNA, ACIKEPRI.com – Dinas Ketahanan Pangan melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna berhasil meraih juara II diajang Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Festival tersebut, disejalankan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIX 2019, di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada tanggal 1 sampai 5 November 2019.

Tim Penggerak PKK Natuna merupakan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

” Natuna Dipilih, karena berhasil meraih Juara I Lomba Cipta Menu B2SA tingkat Provinsi Kepri beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Natuna, Sri Hariningsih.

Sri menuturkan, Sagu Gulung Komplit, menjadi menu andalan Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna, sehingga berhasil meraih Juara II Kategori Lunchbox B2SA Festival Pangan Lokal B2SA tingkat Nasional tahun 2019, untuk klaster Menu Pangan Lokal berbahan dasar Sagu.

Prestasi yang berhasil ditorehkan oleh peserta dari Kabupaten Natuna itu, patut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepri. Karena Provinsi yang baru berdiri 20 tahun itu, berhasil mengungguli 32 Provinsi lainnya yang ada diseluruh Indonesia.

Sri Hariningsih mengaku sangat bangga dengan Tim Penggerak PKK Natuna, yang mampu membawa nama harum Kabupaten Natuna di kancah Nasional.

Ia mengakui, bahwa ini merupakan salah satu prestasi terbaik mereka, sepanjang mengikuti sejumlah kejuaraan.

Selain itu, Sri bertekad untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang berhasil mereka raih, demi mempromosikan potensi Natuna ditingkat Nasional, bahkan Internasional, terutama dari bidang pengolahan dan pelestarian panganan lokal yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman, atau disingkat dengan B2SA.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendardi mengungkapkan, bahwa Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, setelah Brazil.

Dimana terdapat sekitar 800 spesies tanaman sumber bahan pangan termasuk sagu. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan FAO dalam pengembangan industi UKM sagu yang dipusatkan di Sulawesi Tenggara dan sudah direplikasikan di empat wilayah, yang harapannya menjadi substitusi tepung terigu impor.

Senada dengan itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, menyebut, ketahanan pangan sudah menjadi isu utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

” Bukan tingkat Daerah dan Nasional saja, namun sudah menjadi isu Global yang harus ditangani bersama,” ujar Gubernur.

Menurut Ali, sagu merupakan salah satu pangan lokal yang menjadi bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di Sulawesi Tenggara.(hms)

SARWANTO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.