Pemkab Natuna Audensi Dengan Pemerintah Pusat

0
27
Bupati Natuna, Hamid Rizal bersama rombongan saat menyambangi Kantor Menko Polhukam. foto (ist)

NATUNA, ACIKEPRI.com – Dalam rangka memperjuangkan penolakan observasi WNI dari Wuhan di Kabupaten Natuna, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, didampingi Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, Ketua DPRD Andes Putra dan beberapa tokoh Kelompok Nelayan, Akademisi dan Pemuda Natuna menyampaikan berbagai tuntutan ke Pemerintah Pusat.

Adapun berbagai kegiatan dilakukan oleh rombongan tersebut diantaranya, menemui Menko Polhukam RI, Mahfud MD di ruang kerjanya, didampingi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Setelah mengadakan pertemuan, Mahfud MD beserta Bupati Natuna dan peserta rapat menggelar Konferensi Pers, di Gedung Kemenko Polhukam Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud MD menerangkan bahwa keputusan untuk menjadikan Natuna sebagai daerah observasi WNI dari Wuhan merupakan keputusan cepat diambil oleh Pemerintah Pusat.

Wakil Bupati dan rombongan jadi panelis di acara Indonesia Lawyers Club (ILC).

Dilakukan setelah mendapatkan isyarat dari Pemerintah Cina untuk mengevakuasi WNI, mengingat lokasi dipakai adalah fasilitas militer yang dirasa tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Memang diakui, terjadi miskomunikasi informasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, terutama terkait keterbukaan informasi dan sosialisasi, sehingga menimbulkan penolakan dari masyarakat.

Namun Mahfud MD meyakinkan bahwa seluruh WNI yang diobservasi dalam kondisi sehat, dan Menteri Kesehatan akan menjadi jaminan paling terdepan atas nama Negara untuk menghilangkan keresahan masyarakat Natuna.

Bupati Natuna dan rombongan hearing dengan Komisi IX DPR RI.

Dalam rangkaian kegiatan dilakukan Pemerintah Kabupaten Natuna selama di Jakarta, rombongan juga bertemu dengan Anggota Komisi IX DPR RI.

Selain itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Natuna juga diundang sebagai panelis pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di salah satu Stasiun Televisi Nasional (TV One), diantaranya Wakil Bupati Natuna, Tokoh Pemuda dan Kelompok Nelayan.

Namun Bupati Natuna berhalangan hadir karena dalam waktu yang sama diundang ke Stasiun TV CNN untuk menghadiri wawancara khusus. Seluruh rombongan, baik yang hadir di ILC maupun wawancara khusus di CNN, terus menyuarakan tuntutan masyarakat Natuna.

SARWANTO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.