Kaum Muda Menggugat: Sudah Matikah Para Kaum Pancasilais? Kok Diam Aja Saat Indonesia Diobok-obok

0
34
Lambang Garuda Indonesia. foto (KOMPAS)

JAKARTA, ACIKEPRI.com – Keberadaan lembaga-lembaga Negara, lembaga pemerintahan, partai-partai politik (parpol), organisasi-organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi kedaerahan dan lain sebagainya, pada prinsipnya secara tercatat, tersurat, dan tersumpah maupun terjanji, berdasarkan Pancasila.

Karena itulah, Indonesia sebagai Nation State atau Negara Bangsa, menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara dan berkonstitusi.

Namun sayang sekali, keberadaan dan kerja-kerja semua elemen itu tidak nyata. Tidak bisa dibanggakan.  Dan dapat dikatakan hampir tak memiliki pengaruh pada perwujudkan Indonesia sebagai  Negara dan Bangsa Pancasila.

Kalangan muda pun mempertanyakan keberadaan dan kedudukan semua lembaga-lembaga itu. Untuk apa dan untuk siapa sebenarnya?

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta, Jhon Roy P Siregar mempertanyakan, apa sih yang tidak berlandaskan Pancasila di Indonesia? Parpol-parpol berasaskan Pancasila. Negara ini dasarnya juga Pancasila. Pemerintahan katanya juga berlandaskan Pancasila. Lembaga-lembaga Negara, TNI, Polri, Jaksa, BUMN, MPR, DPR, DPD, Presiden, MA, MK, KPK, semuanya berlandaskan Pancasila.

Bahkan, semua organisasi berbasis keagamaan, organisasi profesi, organisasi pemuda, organisasi keaderahan, semuanya berdasarkan dan berasaskan Pancasila.

“Adakah yang tidak berasaskan Pancasila? Kayaknya enggak ada. Semua Pancasila. Faktanya, isu disintegrasi terus berhembus. Perbedaan SARA semakin kencang memecah belah. Rasisme, intoleransi, terorisme, korupsi, selalu mewarnai pola kerkehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia sampai kini. Ada apa? Apakah semua kaum Pancasilais itu telah mati? Pingsan? Atau memang tak ada?” gugat Jhon Roy P Siregar, Minggu 25 Agustus 2019.

Bahkan yang lebih mengherankan lagi, lanjut eks Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini, ada juga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Indonesia (BPIP Indonesia), ada juga proyek-proyek Empat Pilar Kebangsaan, yang terdiri dari Pilar Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, tak berfungsi dengan baik. Malfunction.

“Semua itu mempergunakan dan menghabiskan anggaran Negara ini. Kemana larinya? Diapakan sih? Kok malah isu-isu perpecahan yang dibiarkan berkembang? Isu-isu yang mengancam Indonesia,” katanya lagi.

Nyatanya, lanjut Jhon, fakta sehari-hari di lapangan, banyak muncul terorisme, disintegrasi, rasialisme, sukuisme, korupsi, intoleransi dan berbagai perilaku maupun gerakan politik yang malah merusak Pancasila itu sendiri.

Semua isu dan gerakan yang begitu kan anti Pancasila. Kenapa marak dan seperti dibiarkan begitu saja?

“Giliran ada persoalan seperti itu, masyarakat yang harus berkoar-koar menyelamatkan Pancasila. Kemana semua politisi yang mengaku Nasionalis dan Pancasilais? Kemana semua lemabaga-lembaga Negara dan pemerintahan yang mengaku berlandaskan Pancasila itu? Kemana tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh pemuda, politisi, ekonom, teknokrat, birokrat dan lain sebagainya yang mengaku Pancasilais itu? Masih hidupkah? Atau sudah matikah?” tantang Jhon Roy P Siregar.

Sedih rasanya, kata Siregar, dengan informasi yang merebak bahwa di kampus-kampus, perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia, malah sudah dikuasai kaum-kaum radikalis penghancur Keindonesiaan, penghancur Pancasila.

Teramat lucu juga, informasi dan kajian yang menyebut, di BUMN-BUMN pun sudah disusupi oleh kaum-kaum radikalis yang anti Pancasila, kaum-kaum intoleran yang juga anti Pancasila.

Bukan hanya itu, UUD 1945 dengan tegas menyatakan Indonesia berdasarkan Pancasila. Semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara harusnya dengan landasan Pancasila. Kok, ada pekerja-pekerja asing yang bukan Pancasila malah merangsek masuk menguasai lapangan Indonesia?

“Jika Pancasila adalah dasar Negara, jika Pancasila sebagai landasan Pemerintahan dan sebagai Kedaulatan, maka semua peristiwa itu tidak mesti ada. Dan pastinya tidak akan menyusahkan Rakyat ini,” tutur Jhon Roy P Siregar.

DPD GAMKI DKI Jakarta, lanjutnya, sebagai organisasi kepemudaan Kristen terbesar di Indonesia, yang berlandaskan Pancasila, menggugat semua pihak yang ada di Bumi Indonesia, tentang kepancasilaannya.

“Menggugat sejauh mana kita ber-Pancasila. Sekaligus, mengajak semua pihak itu tidak tidur, dan tidak mati, untuk melakukan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Jhon Roy P Siregar.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.