Batam – Komisi IV DPRD Kota Batam melakukan kunjungan peninjauan ke Museum Raja Ali Haji pada Jumat, 23 Mei 2025, dalam rangka melihat langsung kondisi terkini museum serta mengidentifikasi potensi pengembangan ke depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen DPRD untuk mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus menjadikan museum sebagai bagian penting dari pariwisata Batam.

Rombongan Komisi IV DPRD Batam disambut oleh pengelola museum dan melakukan peninjauan langsung ke berbagai bagian, termasuk koleksi artefak sejarah dan peninggalan tokoh Melayu terkemuka, Raja Ali Haji.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi IV menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan museum berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
“Kami ingin mengetahui kondisi terkini museum dan bagaimana kami dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas koleksi museum sesuai dengan regulasi tentang cagar budaya,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam.

Pihak pengelola museum menyampaikan bahwa koleksi artefak dan sejarah di Museum Raja Ali Haji sangat bernilai dan memiliki signifikansi tinggi bagi masyarakat Batam.
Namun, mereka mengakui masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, guna meningkatkan kualitas penyajian koleksi serta fasilitas museum, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015.
Menanggapi hal tersebut, Komisi IV DPRD Batam menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan museum, tidak hanya dari sisi koleksi tetapi juga dalam promosi sebagai destinasi wisata budaya. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

“Kami akan bekerja sama dengan pengelola museum untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas koleksi museum serta mempromosikan museum sebagai destinasi wisata budaya di Kota Batam,” tambah Ketua Komisi IV.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan Museum Raja Ali Haji dapat terus berkembang, menjadi ikon wisata budaya yang membanggakan, serta mampu melestarikan kekayaan sejarah dan budaya lokal bagi generasi mendatang. (Ham)
Editor: Sar

Komentar