oleh

Kapolda Sumut Hadiri Upacara Harkitnas Provsu

-Home-612 views

Sumut, Acikepri.com — Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan dalam mempertaruhkan nyawa.

Hal ini dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr. Ir. H. T. Erry Nuradi, saat membacakan sambutan menteri Komunikasi dan informatika RI di upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) ke – 110 di lapangan benteng Medan, Senin, 21 Mei 2018.

Erry menuturkan, namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama: kemerdekaan bangsa. Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan.

Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

Para pendahulu yang berkumpul dalam organisasi-organisasi seperti Boedi Oetomo itu memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi. Bukan pertama-tama dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga.

Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa yang lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Erry menerangkan, keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan.

Butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Pada awal tahun ini, visi tersebut mendapat penekanan lebih melalui amanat Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2019, melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya.

Kebangkitan sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontra produktif akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara otomatis bagi individu-individunya sendiri.

Inilah era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia indonesia.

Karena itu bapak Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan selalu mendorong dunia pendidikan, bekerja sama dengan industri dan bisnis, untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi.

Jurusan-jurusan baru, baik di tingkat pendidikan tinggi maupun juga di tingkat menengah, yang berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan, harus selalu diciptakan untuk memasok industri akan tenaga terampil yang siap kerja.

Erry mengajak, mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya.

Kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpcah-belah. Demikian juga, dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah.

Selamat hari kebangkitan nasional ke-110. Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang.

Selesai acara Kapolda Sumut memberikan penyampaian kepada media massa tentang waspadai narkoba dan hal-hal yang bisa memecah belah bangsa Indonesia. Upacara berjalan aman dan lancar.

Adapun tema dalam kegiatan tersebut “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital”.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Wakil Gubernur Sumut, Brigjen TNI (Purn) Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, S.H, M.H, Pangdam l/BB, diwakili oleh Kasdam l/BB, Kajati Sumut, DR. Bambang Sugeng Rukmono, MM, MH, Danlantamal l Belawan, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, SE, M.Si, Kabinda, Brigjen TNI, Ruruh Setya Wibawa, Ketua Pengadilan Tinggi diwakili Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, Pangkosek Hanudnas lll, Tri Bowo Budi Santoso, Dalanud Suwondo.

Kolenel PNB Dirk P Lengkey, PJU Polda Sumut dan Kapolretabes Medan dan Walikota Medan, Drs. T. Dzulmi Eldin, S. M.Si. Peserta upacara adalah pasukan TNI – Polri, Korpri, Camat se Kota Medan, Kepling se Kota Medan, Ormas, siswa dan siswi SMP sebanyak + 1000 orang.

Humas: polda sumut

Editor : red.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *