oleh

Jokowi Berharap DD Sentuh Pemberdayaan Ekonomi dan Inovasi Desa

-Nasional-1,114 views

SEMARANG, ACIKEPRI.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pengelolaan dana desa (DD) setidaknya telah terbangun 123.000 kilometer jalan di pedesaan di seluruh Indonesia, dan 11.500 posyandu juga telah dibangun melalui pemanfaatan DD.

Hal ini dikatakan Jokowi saat menghadiri acara Sarasehan Pengelolaan DD se-Jawa Tengah Tahun 2018, di Gedung Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Kota Semarang, pada Kamis, 22 November 2018.

“Ada 18.000 PAUD yang telah dibangun dari dana desa. Ada 6.500 pasar desa yang telah dibangun. Kemudian jembatan 791.000 meter, 28.000 unit irigasi, 1.900 embung, dan 26.700 kegiatan di BUMDes,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, sejumlah infrastruktur desa yang terbangun tersebut mengindikasikan bahwa program dana desa yang digaungkan pemerintah selama empat tahun terakhir memiliki hasil konkret dalam pembangunan infrastruktur atau kebutuhan desa.

Empat tahun DD telah berjalan, untuk itu Jokowi berharap, agar DD dapat mulai menyentuh kepada pemberdayaan ekonomi dan inovasi desa. Salah satu contohnya ialah transformasi suatu desa menjadi desa wisata yang memanfaatkan potensi yang ada di sana.

“Saya melihat banyak sekali sekarang desa-desa yang menjadi desa wisata. Ada yang _income_ per tahunnya sudah Rp14 miliar. Ada yang _income_ per tahun sudah Rp4 miliar. Hal-hal seperti ini yang harus dicontoh oleh desa yang lain dengan format mungkin yang berbeda,” kata Presiden.

Selain itu, implementasi program inovasi desa juga diharapkan meliputi pengembangan ekonomi lokal melalui kewirausahaan dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada.

Jokowi berharap, agar desa-desa dapat mulai berpikir untuk meningkatkan nilai tambah bagi suatu produk andalan desa dengan mengubahnya kepada barang jadi yang dikemas dengan baik.

“Misalnya di desa ada banyak kebun kopi yang dulunya dijual mentahan dalam bentuk masih hijau sekarang dijual dalam bentuk barang jadi dengan kemasan yang baik, diberi nama yang baik. Kalau tidak bisa barang jadi ya ke barang setengah jadi,” tuturnya.

Dengan cara itu, masyarakat di pedesaan akan memperoleh nilai tambah dan keuntungan yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan menjual barang mentah atau setengah jadi.

“Karena kalau kita bisa membuat produknya barang jadi itu bisa 10 sampai 30 kali lipat nilai tambah yang kita dapatkan,” ucapnya.

Sum: Sekretariat Presiden
Editor: Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *