oleh

Ombudsman Temukan Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong

Batam – Ombudsman Republik Indonesia menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas menyerupai apartemen di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas itu berada di bagian belakang lapas dan terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.

Temuan tersebut diperoleh Ombudsman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu, 23 September 2026. Ini merupakan sidak kedua Ombudsman ke Lapas Cibinong sepanjang tahun ini.

Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengatakan fasilitas yang ditemukan memiliki sejumlah perlengkapan rumah tangga. Di antaranya ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas, serta perlengkapan memasak.

“Bagus, bagus sekali. Standar apartemen. Artinya walaupun kecil-kecil, kelengkapannya semua ada,” kata Fikri, seperti dikutip Antara, Rabu, 23 September 2026.

Ombudsman menyebut terdapat lebih dari 10 kamar atau bangunan yang tersebar di sejumlah bagian kawasan belakang lapas. Sebagian bangunan berada di sekitar rumah dinas kepala lapas.

Anggota Ombudsman Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan petugas Lapas Cibinong menyebut bangunan tersebut sebagai tempat istirahat petugas. Namun, Ombudsman mempertanyakan fungsi sebenarnya fasilitas tersebut karena kondisi dan kelengkapannya dinilai tidak sesuai dengan penjelasan tersebut.

“Pengakuannya tadi untuk petugas, tapi secara fasilitas itu bukan untuk petugas, saya bisa pastikan,” ujar Syafrida.

Menurut dia, ukuran sejumlah bangunan tersebut diperkirakan sekitar tipe 36. Bangunan yang diperiksa memiliki ruang tamu, ruang makan, kamar, televisi, dan kulkas. Beberapa bangunan dalam kondisi terkunci, sementara sebagian lainnya terbuka.

Tim Ombudsman juga menemukan sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga merupakan warga binaan berada secara terpisah di kawasan tersebut. Namun, Ombudsman belum dapat memastikan identitas dan status seluruh orang yang ditemukan.

“Yang sempat kami wawancarai satu. Mungkin ada enam sampai tujuh yang terpisah sendiri,” kata Fikri.

Selain fasilitas tempat tinggal, Ombudsman mengaku menemukan minuman beralkohol di salah satu kulkas. Sejumlah botol minuman beralkohol juga ditemukan di tempat pembuangan sampah di kawasan lapas.

Syafrida mengatakan Ombudsman belum mengetahui siapa pemilik atau pengguna minuman tersebut. “Minuman keras itu bisa petugas, dugaan ya, bisa petugas atau bisa napi,” ujarnya.

Sidak itu juga diwarnai upaya petugas keamanan Lapas Cibinong menghalangi tim Ombudsman memasuki kawasan lapas. Tim mengaku telah membawa surat resmi dan mengenakan atribut lembaga saat melakukan pemeriksaan.

Sempat terjadi cekcok dan aksi saling dorong antara petugas keamanan dan tim Ombudsman. Dalam insiden tersebut, seorang petugas Ombudsman dilaporkan mengalami kaki terjepit.

Fikri mengatakan tim tetap berupaya masuk untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap dugaan maladministrasi pelayanan publik di lembaga pemasyarakatan.

“Tentu kami semakin bertanya, ada apa kok kami dihalang-halangi. Setelah ketemu di sana, ternyata banyak sekali rumah yang diduga narapidana ada di dalam sana,” ujarnya.

Ombudsman mengatakan kejadian serupa pernah terjadi pada sidak pertama di Lapas Cibinong pada Juli 2026. Saat itu, tim Ombudsman mengaku tidak diperkenankan masuk untuk melakukan pemeriksaan.

Syafrida mengatakan Lapas Cibinong menjadi satu-satunya lapas yang menurut Ombudsman menolak akses pemeriksaan dalam rangkaian kunjungan dan sidak yang dilakukan lembaga tersebut.

“Selama perjalanan kita turun ke lapas, baik kunjungan maupun sidak, kami yang ditolak hanya Lapas Cibinong. Dan ini kedua kali,” kata Syafrida.

Ombudsman meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Lapas Kelas IIA Cibinong. Evaluasi juga diminta untuk memastikan tidak ada fasilitas maupun perlakuan terhadap warga binaan yang bertentangan dengan ketentuan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putanto belum memberikan tanggapan atas temuan tersebut. Pesan singkat yang dikirim untuk meminta wawancara terkait temuan fasilitas tersebut belum dijawab hingga berita ini diturunkan.

Editor: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *