oleh

Prabowo Sebut Indonesia Punah Jika Kalah pada Pemilu 2019, Ini Tanggapan Menkopolhukam

-Politik-547 views

JAKARTA, ACIKEPRI.com— Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengaku heran dengan pidato yang diucapkan calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Kemarin, di hadapan para kader Partai Gerindra, capres nomor urut 02 itu mengatakan Indonesia akan punah apabila Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah di Pilpres 2019.

Menurut Wiranto, hal itu sama saja dengan sebuah ancaman serius bagi Indonesia.

“Belum ada dalam sejarah modern dalam pemilihan umum yang demokratis, seorang tokoh kalah lantas negara itu bubar atau punah,” ucap Wiranto, lewat ketarangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Selasa, 18 Desember 2018.

“Negara akan punah tidak mungkin tiba-tiba, mesti ada gejalanya, indikasinya, atau ada peningkatan eskalasi sangat serius yang mengancam eksistensi negara itu,” sambungnya.

Sebagai Menkopolhukam, Wiranto menjamin keadaan Indonesia saat ini baik-baik saja.

“Bahkan oleh Survei Internasional, Indonesia dinobatkan sebagai negara teraman ke-9 di seluruh dunia (Sumber: Gallup Global Law and Order 2018), negara tujuan investasi yang paling menjanjikan No 2 setelah Filipina (Sumber: US News 2018), dan negara yang kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya di urutan pertama (Sumber: Gallup World Poll Tahun 2017),” papar Wiranto.

Untuk itu, Wiranto mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pernyataan tersebut.

Bahkan, sambil berseloroh Wiranto berani bertaruh, jika sehabis pemilu Prabowo Subianto kalah dan Indonesia tetap utuh tidak punah, maka rumah milik mantan Denjen Kopassus di Hambalang, diserahkan kepada dirinya.

“Sebaliknya kalau lndonesia punah, maka rumah saya di Bambu Apus diserahkan ke Prabowo. Tapi kalau semua punah, buat apalagi rumah,” seloroh Wiranto, lalu tertawa.

Pernyataan Prabowo soal negara ini akan punah bila dirinya tak menang di Pilpres 2019 pertama kali dilontarkan Ketua Umum Gerindra itu di acara konferensi nasional Partai Gerindra di Kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018.

Dalam pidatonya di hadapan ribuan kader Partai Gerindra tersebut, Prabowo Subianto mengatakan bahwa konferensi nasional digelar sebagai taklimat menuju Pemilu Presiden 2019.

“Saya katakan, bahwa saya memanggil di Konfernas ini, sebelum kita melaksanakan pekerjaan yang besar, yaitu saya menganggap Konfernas ini adalah taklimat sebelum kita maju ke medan laga menyelamatkan bangsa dan negara,” tutur Prabowo Subianto dalam pidatonya.

Calon Presiden nomor urut 02 tersebut menegaskan, Pemilu Presiden 2019 harus dimenangkan.

Sebab, katanya, banyak masyarakat menginginkan perubahan, salah satunya Indonesia bersih dari korupsi.

“Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah,” katanya.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengatakan, para elite salah mengelola bangsa dan negara, sehingga banyak kebijakan keliru yang kemudian membuat rakyat tidak sejahtera.

“Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah. Dan saya katakan, bahwa sistem ini kalau diteruskan akan mengakibatkan Indonesialemah. Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah,” paparnya.

Salah satu dasarnya, menurut Prabowo Subianto, pendapatan per kapita Indonesiayang sangat kecil. Pendapatan per kapita Indonesia hanya 4.000 dolar per tahun.

Jumlah tersebut, menurut Prabowo Subianto, setengahnya dikuasai oleh 1 persen orang kaya Indonesia.

“Kekayaan penghasilan kita setahun tinggal setengahnya, yaitu 1.900. Itu kata penasihat saya, Pak Fuad Bawazier. Jadi kalau kita cabut yang satu persen, tinggal setengahnya. Kita per kapita bukan 3.800 dolar, tapi setengahnya, 1.900 kurang lebih, belum lagi dipotong utang,” bebernya.

Sumber : Wartakota.tribunnews.com
Editor : Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *