oleh

Indonesia Kembangkan industri Berbasis Teknologi

-Nasional-828 views

SULTENG, ACIKEPRI.com — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut, bahwa Indonesia sedang melakukan lompatan besar dalam pengembangan industri lithium baterai.

Hal ini dikatakan Luhut di acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik komponen utama lithium baterai dari bahan dasar nikel di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat, 11 Januari 2019.

“Kita saat ini sedang mengembangkan industri berbasis teknologi. Istilahnya kita sedang melakukan lompatan katak untuk pengembangan industri lithium baterai,” ujar Luhut.

Luhut yang hadir bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mengatakan, pabrik pertama di Indonesia ini akan menerapkan teknologi berbasis digital dengan mengadopsi industri 4.0 dan teknologi 5G.

Ia mengatakan sebagai ketua tim nasional Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan Menperin sebagai ketua hariannya melihat ini adalah salah satu upaya untuk menekan impor.

“Kita tidak mau lagi bahan mentah kita ingin semua punya nilai tambah. Yang ingin saya garis bawahi adalah pegawai di sini sekarang sudah 30 ribu orang lebih nantinya akan menjadi 100 ribu lebih. Tenaga kerja Cina jumlah nya 3.000 lebih jadi kurang lebih hanya 10 persen. Bertahap akan kita kurangi. Pak Airlangga tadi sudah berkomitmen untuk membuat politeknik dari yang sekarang 200 orang menjadi 600 orang siswanya. Jadi jangan mengatakan tenaga kerja Cina ada 95%,” tegasnya.

Ia mengusulkan agar kawasan industri juga bisa memperkuat ekonomi rakyat dengan membeli bahan makanan untuk para karyawan dari masyarakat sekitar.

Menperin mengatakan investasi adalah kunci untuk meningkatkan ekspor.

“Jika kita bicara lapangan pekerjaan dan peningkatan ekspor, maka kuncinya adalah investasi. Investasi ini harus dikawal oleh pemerintah. Dengan investasi sebesar 700 juta USD dalam 16 bulan akan ada tambahan ekspor 800 juta USD. Kalau dari kontribusi kawasan industri Morowali dengan investasi 5 miliar USD menghasilkan 4 miliar USD pada tahun 2018 kemarin,” ucapnya.

Bupati Morowali, Taslim, berharap, pengembangan industri di Morowali ini mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi setempat serta dapat terjalin hubungan yang harmonis antara kawasan industri, masyarakat sekitar dan lingkungan hidup.

“Tentang isu-isu Tenaga Kerja Asing (TKA)  Cina kami bergerak menanggulangi secepatnya. Kami sudah bertemu dengan teman-teman media untuk dapat merespon isu-isu SARA di Kabupaten Morowali ini,” terang Taslim.

Sehubungan dengan keberadaan TKA ini Taslim meminta, jika menggunakan TKA perusahaan diharapkan mencantumkan Kabupaten Morowali sebagai alamat agar dapat menjadi potensi pajak.

Anggota DPR dari Komisi VI, Dito Ganindito mendukung perluasan kawasan industri ini.

“Ini akan mengurangi defisit,  lapangan pekerjaan juga akan lebih banyak dan ternyata setelah datang ke sini saya tidak melihat banyak TKA Cina,  malah lebih banyak orang Indonesia. Kami sudah berdiskusi dengan bapak bupati untuk memberikan apa yang kami bisa bantu,” kata Dito.

Kerjasama Indonesia, Cina, dan Jepang

Direktur Utama PT IMIP, Hamid Mina mengatakan, industri nikel, baja, litium ion komponen inti baterai kendaraan listrik ini, PT QMB New Energy Materials merupakan kerja sama perusahaan Cina, Indonesia, dan Jepang yang akan dikembangkan di atas lahan seluas 120 hektar dengan investasi sebesar 700 juta USD dengan produksi yang dihasilkan senilai 800 juta USD per tahun, yang akan menyerap tenaga kerja sebanyak 2000 orang.     

“Ini adalah bentuk peran serta kami dalam mendukung percepatan kendaraan bermotor listrik untuk transportasi jalan dengan target 2200 mobil listrik, 711 ribu mobil hibrida dan 2,1 juta unit sepeda motor listrik pada tahun 2025. Kawasan ini adalah cluster industri terintegrasi berbasis nikel dan baja terbesar di Indonesia,” katanya.

Dalam sambutannya ia juga menyampaikan perkembangan kawasan PT IMIP.

“Total investasi di PT IMIP 5 miliar dolar 30085 orang total kapasitas produksi nickel pig iron adalah 2 juta ton per tahun, dan 3,5 juta ton stainless steel per tahun dengan nilai ekspor 2 miliar USD 2017 dan 3,5 miliar USD pada tahun 2018. Kawasan ini akan terus bertransformasi menuju industri 4,0,” ujarnya.

Sumber : Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman
Editor : Sarwanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *