NATUNA, ACIKEPRI.com – Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui Bambang Widiantoro, menyebut, bahwa penderita hipertensi di Natuna mencapai 52 persen.
Hal ini dikatakan Bambang di kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Jumat, 26 Juli 2019.
Bambang mengatakan, ini artinya satu dari dua orang dewasa mengalami hipertensi, dan ini menjadi masalah yang harus segera disikapi.
” Penyakit hipertensi bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal. Untuk itu kehadiran kami di Sedanau ingin memberikan pelatihan kepada kader kesehatan untuk memberikan edukasi dan screening lebih awal dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada penderita,” kata Bambang
Menurut Bambang, kehadiran tim kesehatan ini untuk mencari tahu faktor penyebab tingginya penderita hipertensi di Kabupaten Natuna. Apakah itu berhubungan dengan pola makan, berhubungan dengan genetik, ataukah ada faktor lingkungan yang lain.
” Sehingga melalui kegiatan ini kami bisa ikut berperan serta memberikan masukan kepada pemerintah daerah melalui dinas kesehatan dan Puskesmas apa yang perlu kita lakukan bersama agar persoalan ini bisa ditangani dengan baik sehingga angka hipertensi bisa menurun,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini kata Bambang, sedikitnya melibatkan 20 orang dokter spesialis jantung, 30 orang yang sedang mengikuti pendidikan spesialis jantung, tim perawat, paramedis, tim laboratorium, dan ahli gizi.
Adapun total keseluruhan anggota tim yang turun ke Kabupaten Natuna sebanyak 85 orang. 61 diantaranya melaksanakan kegiatan di Sedanau dan 24 melaksanakan kegiatan di kota Ranai. Dan acara pembukaan dari rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di Gedung Sri Srindit, pada Sabtu, 27 Juli 2019.
” Ini merupakan bagian dari kegiatan besar yang dilaksanakan tim Kedokteran UI di Kabupaten Natuna. Khusus kegiatan kemasyarakatan kita laksanakan di Pulau Sedanau. Sedangkan di kota Ranai ada pelatihan untuk tenaga medis dan paramedis,” sebutnya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, kegiatan tersebut sudah dimulai sejak bulan April lalu dengan memberikan pelatihan kepada 60 kader kesehatan. Antusias para kader dan masyarakat juga sangat luar biasa sehingga kegiatan berjalan lancar.
“Kita berharap, kegiatan ini bersinergi, masyarakatnya mendapat manfaat dan tenaga medis serta pemerintah juga mendapat manfaat,” tutupnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas kesehatan PP dan KB Kab.Natuna dan kepala Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran Univeristas Indonesia, Renan Sukmawan.
SARWANTO

Komentar