DPRD Kepri Bahas Anggaran Perbaikan Jembatan Dompak, Tanjungpinang

0
176

TANJUNGPINANG, ACIKEPRI.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri melalui Komisi III membahas anggaran dan teknik perbaikan Jembatan 2 Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang.

Komisi III DPRD Kepri dalam hal ini mengundang Dinas PUPR setempat membahas anggaran dan teknis perbaikan jembatan 2 dbak tersebut yang sudah keropos.

Dilansir kepriprov.go.id, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Husnizar Hood, mengatakan, salah satu atensi pihak legislatif dan eksekutif dalam pembahasan anggaran perubahan yakni perbaikan Jembatan 2 Pulau Dompak.

Komisi III DPRD Kepri dan Dinas PUPR Kepri membahas besaran anggaran yang dibutuhkan.

Sebelumnya, Dinas PUPR Kepri mengusulkan Rp5 miliar untuk memperbaiki Jembatan 2 Dompak tersebut.

Namun DPRD Kepri, khususnya komisi membutuhkan penjelasan lebih terperinci terkait rencana perbaikan jembatan itu sehingga dapat disimpulkan anggaran yang dibutuhkan Rp5 miliar.

Selain persoalan anggaran, kata dia pihak eksekutif dan legislatif juga membahas soal teknis perbaikan jembatan tersebut.

“Pertanyaan pertama, apakah waktu yang tersisa tahun ini setelah proyek itu dilelang mencukupi untuk memperbaiki jembatan yang rusak parah tersebut. Kedua, jika tidak diperbaiki tahun ini, potensial rubuh,” katanya.

Husnizar berharap mekanisme perbaikan jembatan itu harus diperhatikan, jangan sampai melanggar ketentuan yang berlaku. Perbaikan jembatan sebaiknya dilakukan secepatnya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau jembatan itu rubuh, kita kehilangan aset,” katanya.

Pengawai Pemrov Kepri Dihimbau jangan Menerobos Jembatan 2 Dompak

Meski ada baliho peringatan dan sudah dijaga petugas Satpol dan Dishub, namun masih ada juga pengendara sepeda motor yang
iseng menerobos Jembatan Sulaiman Badrul Alamsyah atau dikenal Jembatan II Dompak, jembatan yang sengaja ditutup karena tiangnya keropos itu.

Padahal, selain dijaga dan dipasangi peringatan, di dua sisi jembatan juga dipagari portal, bangku, bahkan ranting pohon sebagai penghalang supaya jembatan itu tidak bisa dilalui kendaraan. Bahkan Satpol PP sengaja melintangkan mobil patroli di tengah jalan menuju jembatan.

Menurut petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Kepri yang bertugas di sana, aksi main terobos ini nyaris terjadi setiap hari pasca jembatan ditutup.

“Kalau tak nampak kita, Mereka main angkat. Portal itu yang diangkat,” kata Ismail, Selasa (13/8/2019) siang. Petugas Satpol PP yang mendapat giliran jaga itu kemudian menunjuk pembatas jembatan.

Naifnya, lanjut Ismail, yang menerobos jembatan itu justru oknum pegawai di Pemprov Kepri.

“Alasannya karena kejar waktu. Saya terus saja. Kalau nampak mau masuk jembatan, saya minta balik arah. Tapi banyak ada juga yang memaksa,” katanya lagi.

Mail menegaskan yang mengerti justru adalah warga.

“Mereka (warga) sanggup jalan kaki. Yang terparkir ini motor warga dekat sini,” katanya s menunjuk puluhan sepeda motor yang terparkir tak jauh dari Pos Satpol PP di pangkal jembatan.

Selasa siang itu, sejumlah warga yang tinggal di sekitar jembatan berjalan kaki di atas jembatan untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor yang mereka parkirkan di Pos Satpol PP.

“Kami harap warga mengerti. Larangan ini kan dibuat untuk mencegah terjadi yang tak diinginkan,” kata dia.

Pasca diketahuinya sejumlah bagian tiang Jembatan Sulaiman Badrul Alamsyah keropos, pihak kepolisian bersama Pemerintah Provinsi Kepri menutup akses menuju jembatan. Pemprov Kepri memasang pagar pembatas dan larangan melintas serta menempatkan petugas berjaga di sana.

Khusus bagi pelajar yang tinggal di sekitar lokasi jembatan, Pemprov Kepri menyediakan bus yang ditugasnya mengantar-jemput siswa setempat yang umumnya bersekolah di SD-SMP Satu Atap 13 di Dompak Darat.(Rasio.co*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.