BATAM, ACIKEPRI.com – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta agar perusahaan garmen di Batam untuk memproduksi masker yang berkualitas baik namun berharga murah.
Ini salah satu upaya bersama dalam mencegah penyebaran virus corona covid-19.Permintaan itu yang kemudian ditindaklanjuti Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Batam, Rudi Syakakirti, dengan menawarkan ke tujuh perusahaan garmen di Batam.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Rabu, 8 April 2020, mengatakan, untuk menindaklanjuti permintaan Wako itu, dia sudah mengumpulkan tujuh perusahaan garmen.
“Kita sudah melakukan pertemuan membahas harga jual masker. Termaksud kemampuan produksinya,” kata Rudi.
Saat ini, belum ada keputusan karena masih dalam proses negosiasi. Namun diharapkan, perusahaan garmen di Batam akan membantu atau memudahkan masyarakat mendapat masker.
“Kita sudah minta agar ini bisa kita lakukan bersama dengan peran berbeda, dalam menangani virus corona,” harap Rudi.
Diakui Rudi, Batam memiliki banyak garmen. Namun hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Saat ini, perusahaan-perusahaan ini menyatakan siap untuk memproduksi masker bagi warga Batam.
Jumlah produksi akan disesuaikan dengan banyaknya permintaan.
“Kita harapkan segera dapat diproduksi dan disesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan masyarakat,” harap Rudi.
Sesuai arahan WHO dan pemerintah, semua karyawan diminta untuk menggunakan masker.
Untuk Batam, masyarakat juga diminta menggunakan masker. Penggunaan masker untuk masyarakat sudah diimbau Wali Kota Batam, HM Rudi melalui surat edaran.
“Kita imbau agar semua masyarakat wajib menggunakan masker saat keluar rumah. Untuk perusahaan, sebagian sudah menyediakan masker, hand sanitizer dan deteksi suhu tubuh saat memasuki perusahaan,” ujar Rudi.
Sementara terkait dengan produksi masker di Batam, HM Rudi mengatakan, permintaan itu disampaikan, untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah, yang mewajibkan seluruh warga baik dalam kondisi sehat maupun sakit agar mengenakan masker. Sehingga, dibutuhkan produksi masker ditingkat lokal.
“Sehingga masyarakat dimudahkan mendapat masker untuk digunakan,” harap Rudi.
Rudi mengakui, dia bersama jajarannya sudah melakukan pertemuan dengan tujuh perusahaan garmen. “Sudah ada perintah dari pusat agar semua mengenakan masker. Untuk memutus berkembangnya virus dari orang ke orang. Sehingga kita undang perusahana garmen,” kata Rudi.
Diharapkan, Batam bisa menekan penyebaran virus Corona, melalui penggunaan masker, seperti halnya di Jepang.
“Karena itu perlu bantuan bapak ibu sekalian. Mohon kebutuhan masker di daerah diprioritaskan terlebih dahulu baru diekspor,” pesan Rudi.
Saat ini masker di Batam sulit ditemukan. Sehingga di sisi lain, Batam membutuhkan jumlah banyak untuk semua warga, agar bisa menekan penyebaran virus Korona. “Kita harap, perusahaan juga bisa memproduksi masker kain untuk warga Batam. Tentunya dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau,” katanya lagi.
Ia mengatakan, sebagai kepala daerah memiliki wewenang untuk mengambil kebijakan demi memutus mata rantai penyebaran covid-19. Surat edaran sudah dibuat agar semua warga mengenakan masker ketika ke luar rumah.
“Kalau kita mewajibkan, maka pemerintah harus mengupayakan ketersediannya. Kita berharap perusahaan membantu memenuhi kebutuhan masker bagi 1,3 juta warga Batam,” katanya. (luarbiasa.id)
(red)

Komentar