Natuna – Julukan mutiara diujung utara, rasanya tidak berlebihan disematkan kepada kabupaten Natuna.
Sebab, Kabupaten yang hanya terlihat seperti titik di peta Indonesia itu, ternyata menyimpan “harta karun” yang menjadi incaran negara-negara tetangga Indonesia.
Memang, potensi alam di sekitar Laut China Selatan membuat sejumlah negara saling berebut wilayah di kawasan tersebut.
Hingga hari ini saja, konflik di Laut Cina Selatan (LCS) yang melibatkan China, Filipina, Malaysia, dan Vietnam belum mereda.
Di perut bumi Kepulauan Natuna sendiri, tersimpan cadangan minyak dan gas yang ikut menopang kebutuhan energi nasional. Belum lagi, sumber daya perikanannya yang ditaksir mencapai satu juta ton pertahun.
30 persen lalu lintas perdagangan maritim dunia juga melalui Laut Natuna Utara (LNU). Bahkan, Cina menginpor 70 persen minya bumi yang dibutuhkannya melalui Laut Cina Selatan (LCS) dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1 di Natuna.
Tak heran, pemerintah Indonesia menggencarkan pembangunan pusat pertahanan di Natuna.
Untuk menjaga LNU yang luasnya mencapai 628.300,5 kilometer persegi, maka TNI AU memengang peran yang sangat strategis.
Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Raden Sadjad (RSA) Kolonel Pnb Dedy Iskandar mengatakan, dalam operasi TNI AU, Lanud Raden Sadjad yang berada di pulau Natuna selalu menjadi pangkalan Aju.
Adapun operasi yang dilakukan meliputi, pengamatan, pengintaian dan patroli yang menggunakan pesawat TNI AU.
“Usai patroli ada yang langsung kembali ke home basenya, ada juga yang harus landing ke sini”.
“Jadi bisa dibilang Natuna ini adalah kapal induknya,” sebut Dedy, Rabu, 11 Juli 2024.
Bahkan Lanud RSA pernah ikut serta dalam misi pengangkutan motor pompa transmisi air minum untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Saat pengambilan motor pompa transmisi air minum dari China, pangkalan Ajunya di kita, sebelum didistribusikan ke Balikpapan,” ujar Dedy.
Dalam menjaga Laut Natuna Utara, TNI Angkatan Udara bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut salah satunya untuk mencegat kapal asing yang masuk tanpa izin diwilayah Indonesia.
“Sejauh ini wilayah Natuna aman, insya allah kita siap mensiagakan alutsista untuk menjaga wilayah Natuna, dan kedaulatan NKRI” ungkap mantan staf operasi di Mabes TNI AU. (Sarwanto)
Editor: Sar

Komentar