Jakarta – Kelompok massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 24 Agustus 2026.
Melansir detik.com, dalam aksi tersebut, massa mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta agar tetap kondusif.
Pantauan detik.com di lokasi, massa tiba di depan Gedung DPR sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka mengenakan pakaian serba putih. Sejumlah peserta aksi juga membawa poster yang berisi sejumlah tuntutan.
Koordinator aksi, Nofrian, mengatakan aksi tersebut menjadi bagian dari ajakan kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kedamaian di Jakarta. Menurut dia, keamanan Ibu Kota merupakan tanggung jawab bersama.
“Keinginan Aliansi Masyarakat Jakarta adalah mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Kota Jakarta agar tetap kondusif, tertib, damai, dan aman,” ujar Nofrian di lokasi aksi.
Nofrian juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial. Ia menilai informasi semacam itu berpotensi memicu tindakan anarkistis dan kerusakan fasilitas umum.
“Kami mengajak masyarakat Jakarta untuk waspada terhadap informasi atau berita hoaks yang beredar di media sosial, khususnya ajakan melakukan tindakan anarkistis, pembakaran, serta pengerusakan fasilitas publik di Jakarta,” katanya.
Ia meminta aparat penegak hukum, terutama kepolisian, mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan provokasi dan hoaks di media sosial.
Nofrian menegaskan fasilitas publik merupakan aset masyarakat yang dibangun menggunakan uang rakyat. Karena itu, ia mengajak warga menjaga fasilitas tersebut dan tidak membiarkannya menjadi sasaran kerusakan.
“Meminta aparat penegak hukum untuk menangkap para provokator dan pemilik akun-akun media sosial yang menyebarkan berita hoaks yang merugikan masyarakat. Jakarta adalah rumah kita bersama, begitu pula fasilitas publik yang dibangun menggunakan uang rakyat,” ujarnya.
Di sisi lain, Aliansi Masyarakat Jakarta menyatakan mendukung program kerja Presiden Prabowo Subianto. Namun, dukungan tersebut disertai desakan agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak berkompromi dalam penanganan kasus korupsi.
“Jadi, kita mendukung program-program Bapak Prabowo untuk dilanjutkan, tetapi tangkap para koruptor dan selesaikan kasus korupsinya,” kata Nofrian.
Editor: Juliadi

Komentar