oleh

Forkapnas III Wilayah Sumbagut, SKK Migas Dorong Partisipasi Industri Hulu Migas

Batam – SKK Migas wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menggelar Forum Kapasitas Nasional (Forkapnas) III di tahun 2023 yang berlangsung di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu, 12 Juli 2023.

Kegiatan kali ini difokuskan untuk mendorong partisipasi lokal, terutama industri penunjang hulu migas.

Forkapnas ini menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah, perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan pelaku usaha industri penunjang hulu migas. Forkapnas ke-III tahun 2023 wilayah Sumbagut kali ini mengangkat tema ‘Peningkatan Kapasitas Daerah melalui Peningkatan Kapabilitas SDM Lokal’.

Sekretaris SKK Migas Shinta Damayanti, menyebut, SKK Migas terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri hulu migas di semua sektor, termasuk sektor penunjangnya.

Hal ini disampaikan Shinta saat membuka
Forum Kapasitas Nasional III Tahun 2023 Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), di
Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 12 Juli 2023.

Shinta menyatakan, peningkatan kapabilitas SDM ini semakin penting, mengingat semakin tingginya investasi industri hulu migas, untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar kaki kubik per hari tahun 2030.

“Peningkatan kompetensi SDM di industri hulu migas juga tidak bisa ditawar mengingat
industri ini bersifat padat modal, padat teknologi tinggi dan memiliki risiko tinggi. Oleh karena
itu, kami terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan juga penyedia barang
dan jasa penunjang industri hulu migas di tingkat lokal untuk memutakhirkan kebijakan dan
program SDM yang mendukung produktivitas bekerja,” jelas Shinta.

Kepala SKK Migas Wilayah Sumbagut, Rikky Rahmad Firdaus, mengatakan Forkapnas kali ini digelar bahwa Batam merupakan kota yang sibuk dengan ekonomi, dan pariwisatan.

Kendati begitu, Batam juga Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau (Riau) yang sibuk dengan industri hulu Migas di Provinsi Kepri.

SKK Migas adalah badan pengawas pengendali hulu Migas pada lima perwakilan daerah Provinsi diantaranya dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan Kepri.

“Pada tahun ini, SKK Migas menargetkan investasi sebesar Rp234,18 triliun di industri hulu migas. Target ini lebih tinggi 26 persen dibandingkan capaian investasi tahun 2022 yang sebesar Rp185,36 triliun,” jelas Rikky.

Vice President SKK Migas, Erwin Suryadi yang juga merupakan Ketua Umum Forum Kapnas III Tahun 2023 mengatakan, beberapa pabrikan di Batam yang menjadi penunjang utama
operasi migas di Sumbagut juga dituntut melakukan pemutakhiran kapabilitas SDM-nya.

Upaya ini bisa dikolaborasikan dengan program kerja SKK Migas yang juga diturunkan
Di wilayah Sumbagut kita memiliki 34 mitra kerja dan 38 dukungan dari pemerintah daerah (Pemda)

Menurut Erwin, upaya peningkatan kapabilitas di tingkat lokal selalu menjadi diskursus Forum Kapasitas Nasional di berbagai wilayah operasi SKK Migas.

Hal ini tak lepas dari semangat peningkatan daya saing SDM di Indonesia, yang termaktub dalam nawacita Presiden Joko Widodo. Salah satu dari 9 prioritas pembangunan pemerintah itu kemudian diturunkan ke dalam program kerja SKK Migas.

“Aktualisasinya diturunkan ke program Forum Kapasitas Nasional. Makanya di forum ini, SKK Migas bersama KKKS kembali menekankan perlunya kolaborasi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapabilitas SDM industri hulu migas, mulai dari level lokal,” terang Erwin.

Di Batam, lanjutnya, ada beberapa pabrikan yang berhasil menjaga dan meningkatkan kapabilitas pekerjanya. Hal ini terlihat dari capaian dan output yang dihasilkannya, seperti
keberhasilan membuat produk atau jasa, yang memenuhi standar kualitas industri hulu migas.
Produk-produk itu bahkan sukses dipergunakan di manca negara.

“Forum ini akan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan bertukar ide, bagaimana
peningkatan kapabilitas SDM bisa dilakukan. Saya berharap best practice tersebut bisa ditularkan kepada semua pelaku usaha penunjang industri hulu migas, supaya tidak ada gap yang jauh di antara sesama pelaku industri penunjang hulu migas nasional,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut digelar juga bazar UMKM yang merupakan binaan dari SKK Migas wilayah Sumbagut.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, M. Darwin, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilaya Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Senior Vice President Offshore Asset PT Medco E&P, Ignatius Tenny Wibowo, beberapa pimpinan atau perwakilan KKKS, pelaku usaha penunjang industri hulu migas, termasuk UMKM, serta tamu undangan lainnya.

SARWANTO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *