Lingga – Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital dan arus informasi yang begitu cepat, seorang putra daerah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Surianto, turut mengikuti berbagai isu yang berkembang, khususnya terkait kabar-kabar negatif tentang daerahnya.
Hal ini mendorongnya untuk angkat bicara sekaligus mengajak masyarakat agar tetap menjaga rasa cinta terhadap daerah.
Surianto menyampaikan pandangannya terkait isu anggaran yang belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Ia mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyikapi setiap kabar yang beredar. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kita boleh kritis, tapi jangan sampai langsung percaya sebelum tahu yang sebenarnya,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia juga menilai bahwa kondisi seperti keterlambatan pembayaran yang terjadi saat ini tidak selalu menunjukkan adanya hal negatif.
Menurutnya, situasi tersebut bisa saja dipengaruhi oleh kondisi keuangan daerah yang belum stabil atau proses pencairan anggaran yang memang membutuhkan waktu.
“Hal seperti ini kadang memang terjadi. Jadi sebaiknya kita jangan langsung berprasangka macam-macam sebelum memahami kondisi sebenarnya,” katanya.
Lebih lanjut, Surianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Ia menilai, penyebaran kabar yang tidak jelas justru dapat memperkeruh suasana dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kalau dapat informasi, sebaiknya dicek dulu. Jangan langsung dibagikan. Kita jaga sama-sama supaya keadaan tetap kondusif,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpecah hanya karena isu yang belum pasti. Baginya, menjaga nama baik daerah merupakan tanggung jawab bersama sebagai warga Lingga.
“Saya sebagai putra daerah tentu ingin Lingga tetap baik. Mari kita jaga bersama, tetap berpikir jernih, dan tidak mudah terpancing,” tuturnya. (Wan)
Editor: Juliadi

Komentar