oleh

Kunjungan Wisman ke Riau Tembus 24.585 pada Juni 2026

Pekanbaru – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Riau pada Juni 2026 mencapai 24.585 kunjungan. Angka tersebut meningkat 22,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 0,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut disampaikan dalam rilis Berita Resmi Statistik di Pekanbaru, Senin, 3 Agustus 2026 oleh Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Riau, Fitri Hariyanti, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau, Supriyadi.

Fitri menjelaskan, dari total kunjungan tersebut, sebanyak 6.081 wisatawan tercatat masuk melalui empat pintu imigrasi utama, sementara 18.504 kunjungan lainnya diperoleh melalui Mobile Positioning Data (MPD).

“Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan 13.557 kunjungan atau 55,14 persen dari total kunjungan ke Riau,” ujar Fitri.

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi pintu masuk utama wisman dengan 2.803 kunjungan. Selanjutnya Pelabuhan Dumai mencatat 1.289 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis sebanyak 1.092 kunjungan, dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti menerima 897 kunjungan.

Selain Malaysia, wisatawan asal Tiongkok tercatat sebanyak 2.080 kunjungan, diikuti Filipina 1.343 kunjungan, Singapura 687 kunjungan, dan India 509 kunjungan.

BPS juga mencatat jalur laut masih menjadi moda transportasi utama wisatawan mancanegara menuju Riau dengan kontribusi 53,91 persen, sedangkan jalur udara menyumbang 46,09 persen.

Di sektor perhotelan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang menunjukkan tren positif. Hotel berbintang empat mencatat tingkat hunian tertinggi, yakni mencapai 62,42 persen.

“Hotel berbintang empat mencatat tingkat hunian tertinggi mencapai 62,42 persen, menunjukkan segmen ini masih menjadi pilihan utama pengunjung,” kata Fitri.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang juga meningkat dari 1,29 malam pada Mei 2026 menjadi 1,33 malam pada Juni 2026. Wisatawan mancanegara tercatat menginap lebih lama dengan rata-rata 2,30 malam, sedangkan tamu domestik rata-rata menginap selama 1,31 malam.

Menurut Fitri, meningkatnya tingkat hunian hotel dan lama menginap menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata dan akomodasi di Provinsi Riau. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan bisnis maupun wisata masih mampu menopang kinerja sektor perhotelan.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau, Supriyadi, mengatakan data yang dirilis BPS menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan sektor pariwisata.

Ia menilai pemanfaatan data statistik yang akurat akan membantu pemerintah merancang program pariwisata yang lebih tepat sasaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Yobe)

Editor: Juliadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *