Natuna – Bicara soal kesejahteraan dewan, Sekretaris Sekretariat Dewan, Edi Priyoto, cukup “lihai” memperhatikan kebutuhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna secara detail.
Selain mengurus persoalan administrasi gaji dan tunjangan, Edi Priyoto juga mengurus kebutuhan rumah tangga dewan, seperti kebutuhan perkakas dapur hingga tempat tidur.
Pembelian perabotan rumah tangga itu dilaksanakan ditengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna sedang “boncos” karena saat itu penerimaan APBD “koleps”. Dalam APBD-Perubahan, Setwan jor-joran membeli perabotan rumah tangga di bulan Desember 2024.
Jika ditelisik dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Sekwan 2024, terdapat pembelian Meja Makan Rp133.000.000, Lemari Rp152.000.000, Kursi Sofa Rp171.000.000, Gorden Rp190.000.000, Kompor Gas Rp57.000.000, Gelas Rp6.840.000, Garpu Rp6.840.000, Piring Rp11.400.000, Sendok Rp6.840.000, Kasur Rp114.000.000. Masing-masing pengadaan, berjumlah 19 unit atau set. Jika ditotal, maka belanja perabotan rumah tangga dewan tembus Rp848.920.000.
Usut punya usut tidak semua anggota DPRD Natuna menempati perumahan dinas anggota dewan. Publikpun bertanya-tanya, apa urgensi pengadaan tersebut dan kemana aset lama?
Hasil investigasi dilapangan, seluruh unit rumah dinas dewan Natuna terisi penuh, namun informasi dari petugas pos jaga menyebutkan bahwa tidak semua anggota dewan tinggal di sana.
Sebaliknya, rumah-rumah tersebut dihuni oleh keluarga anggota dewan. “Tidak semua dewan tinggal disini, karena sebagian dihuni oleh keluarganya,” ucap sumber, dirahasiakan identitasnya.
Celakanya, Anggota DPRD Natuna, Erwan Haryadi, yang sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat mengaku tidak tau jika ada pengadaan alat rumah tangga dewan. “Saya tak pernah mengusulkan pengadaan tersebut, mungkin kawan-kawan lain,” ungkapnya,
Lantas, siapa otak dibalik pengadaan ini? Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Heru Candra, tidak mau menjawab pertanyaan wartawan saat dikonfirmasi, Jumat 2 Mei 2025. Ia memilih menghindar, tanpa alasan jelas, seolah ada ditutup-tutupi. Simak berita selanjutnya, siapa pemenang tender seluruh proyek tersebut. (Sarwanto)
Editor: Sar

Komentar