Batam – Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Kota Medan membuka peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis, mulai dari investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penyerapan tenaga kerja.
Penjajakan kerja sama itu mengemuka dalam kunjungan kerja Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama rombongan ke Batam. Rombongan diterima langsung Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Kantor Wali Kota Batam, Rabu, 26 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Pembahasan diarahkan pada pertukaran pengalaman, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peluang kerja sama antardaerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Amsakar menyambut baik kunjungan Pemerintah Kota Medan. Menurut dia, studi komparatif menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling belajar sekaligus memperkuat keunggulan masing-masing.
“Setiap daerah memiliki keunggulan dan tantangannya sendiri. Melalui studi komparatif ini, kita bisa saling memperkuat, berbagi keunggulan, serta memperluas cakrawala berpikir demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masing-masing kota,” ujar Amsakar.
Dalam pertemuan itu, Amsakar memaparkan posisi strategis Batam yang sejak era 1970-an diarahkan sebagai kawasan industri, perdagangan, alih kapal, hingga pariwisata. Pengembangan tersebut diperkuat dengan status kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), konektivitas udara, serta keberadaan pelabuhan domestik dan internasional.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di Batam hingga semester I 2026 telah mendekati Rp30 triliun. Pemerintah Kota Batam terus mendorong kemudahan berusaha melalui berbagai inovasi dalam tata kelola investasi.
Salah satunya melalui penerapan Dashboard Investasi Real Time yang digunakan untuk memantau sekaligus mengidentifikasi hambatan dalam proses birokrasi. Pemko Batam juga membentuk 30 Duta Investasi yang bertugas mendampingi dan memfasilitasi investor secara proaktif.
“Investasi Batam kini semakin meluas ke sektor digital, seperti data center dan artificial intelligence (AI) di Nongsa Digital Park yang melibatkan kolaborasi pemain global,” kata Amsakar.
Selain investasi, Pemko Batam memaparkan kebijakan pemberdayaan UMKM. Di bawah kepemimpinan Amsakar bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, pemerintah daerah menyediakan program pinjaman tanpa bunga bagi usaha mikro.
Adapun pengelolaan dana bergulir melalui BLUD PPD menerapkan bunga tetap sebesar 4 persen per tahun. Skema tersebut disebut mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di angka 2 persen.
“Pemko fokus menangani lima masalah utama UMKM, yakni manajemen, permodalan, pemasaran, pengemasan, dan pendampingan,” ujar Amsakar.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum bagi kedua kota untuk bertukar pengalaman, terutama dalam kerangka kerja sama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Rico menyebut Pemko Medan tengah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan fiskal dan optimalisasi tata kelola pemerintahan. Dengan populasi sekitar 2,5 juta jiwa, Medan mencatat realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp6,44 triliun.
Menurut Rico, Pemko Medan juga tengah menjalankan sejumlah program pembangunan, di antaranya pembangunan 12 ruas Bus Rapid Transit (BRT), penyiapan 280 armada bus listrik, pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), serta penguatan 50.000 hingga 150.000 pelaku UMKM melalui berbagai program, salah satunya Galeri Mustika Deli.
Rico mengatakan Pemko Medan tertarik mempelajari strategi kemudahan perizinan yang diterapkan Batam. Selain itu, Medan membuka peluang kerja sama konkret, seperti promosi silang produk UMKM, penyerapan tenaga kerja, serta studi komparatif mengenai iklim investasi.
“Skema penjemputan bola melalui Duta Investasi dan pembiayaan bunga rendah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat juga bisa kita pelajari dan terapkan di Medan,” ujar Rico.
Ia juga mendorong pengembangan kerja sama melalui cross-display produk UMKM unggulan antara Galeri Mustika Deli Medan dan Dekranasda Kota Batam. Peluang penyaluran tenaga kerja terampil dari Medan untuk memenuhi kebutuhan industri dan investasi di Batam juga dinilai terbuka.
Pertemuan tersebut kemudian disepakati untuk ditindaklanjuti secara teknis oleh OPD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dari kedua pemerintah kota. Kegiatan ditutup dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama. (Dody)
Editor: Juliadi

Komentar