Jakarta, Acikepri.com — Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun mengingatkan sejumlah pihak di Kepri untuk memahami area rawan korupsi. Jangan ada kompromi terhadap ruang-ruang yang mengakibatkan terjadinya tindak korupsi di daerah.
Hal ini dikatakan Nurdin saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.
“Pesan Mendagri Tjahjo Kumolo sudah jelas, perencanaan anggaran menjadi salah satu yang rawan. Demikian juga dana hibah dan bansos. Semua pihak harus memahami,” ucap Nurdin.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menekankan seluruh kepala daerah itu harus memahami area rawan korupsi.
Tjahjo mengatakan perencanaan anggaran sangat rawan. Dia menekankan agar dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tak ada kompromi. “Jangan kompromi daripada seperti di Jambi, ucapnya mencontohkan.”
Tjahjo memaparkan ada beberapa wilayah rawan korupsi, diantaranya dari perencanaan anggaran, dana hibah dan bansos juga menjadi wilayah yang sangat rawan.
Selain itu di wilayah pengadaan barang dan jasa, pajak dan retribusi daerah serta jual beli jabatan. Ada juga di wilayah perizinan dan tunjangan perbaikan penghasilan.Ini semua, kata Mendagri sudah masuk dalam Korsupgah KPK.
Tjahjo juga mengingatkan agar para Gubernur, termasuk yang baru terpilih, untuk menunaikan janji kampanyenya. Karena itu mereka harus mengingatkan Sekda dan Kepala OPD untuk menselaraskan semua itu. Tentu sekaligus memastikn program strategis pusat.
“Kalau tidak ganti saja Sekda dan Kepala OPD-nya. Tiap bulan tak masalah ganti OPD. Harus keras kepada Sekda, OPD. Karena harus mengkreasikan janji kampanye. Evaluasi terus, kata Tjahjo.”
Nurdin memang Gubernur yang selalu mengevaluasi progres perkembangan skala prioritas pembangunan di Kepri. Setiap awal pekan, bersama Wagub Kepri, evaluasi itu terus dilakukan.
Soal pesan Mendagri tentang pergantian itu, Nurdin mengiyakannya. Dia terus melakukan evaluasi kinerja jajarannya.
Nurdin dalam pengurusan APPSI dilantik sebagai Koordinator Wilayah Sumatera. Kepengurusan kali ini diketuai Gubernur Jawa Timur, Soerkarwo. Pengukuhan itu dilakukan langsung oleh Mendagri Tjahjo Kumolo. Rangkaian kegiatan ini disejalankan dengan Raker APPSI dan Halalbihalal Mendagri bersama Gubernur se-Indonesia.
Sum : Humaskepri
Editor : Red

Komentar