Medan, Acikepri.com — Menteri pertahanan Jenderal TNI (purn) Ryamizard Ryacudu kunjungi Medan melalui Lanud Soewondo dengan menggunakan pesawat milik TNI AU dengan nomor penerbangan A-7306 pada Rabu, 4 Juli 2018.
Kedatangan Ryamizard disambut langsung Pangdam I/BB, Pangkosekhanudnas III, Danlanal, Danlanud Soewondo, Kapolrestabes Medan, dan unsur pimpinan TNI dan Forkopimda.
Kedatanganya kali ini adalah untuk memberikan pengarahan pada 1224 personil TNI gabungan Darat, laut dan udara yang diadakan di wisma Benteng Medan, Kamis, 5 Juli 2018.
Pangdam I/BB dalam acara tersebut membacakan riwayat singkat perjalanan hidup dan karier dari bapak Tontaipur Raider.
Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 21 April 1950 adalah Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo yang mulai menjabat sejak 27 Oktober 2014.
Mantan perwira tinggi militer TNI AD ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.
Ryamizard adalah menantu dari mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, ia dikenal sebagai jenderal lurus dan tegas. Kariernya mulai cemerlang setelah dia memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.
Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah.
Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian mengantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.
Sementara pendidikan Militer dimulai pada saat ia masuk AKABRI (1974) Suscapa (1985-1986),Seskoad (1991).
Berikut adalah jabatan yang pernah dipegang Ryamizard: Komandan Peleton Kodam XII/Tanjung Pura (15 November 1976), Komandan Kompi Pelajar, Komando Pendidikan (Dodik), Kodam XII/Tanjung Pura, Komandan Kompi Secaba, Dodik, Kodam XII/Tanjungpura (28 Desember 1977), Komandan Batalyon infanteri 641 dan 642.
Kodam XII/Tanjungpura (22 Juli 1980), Kepala Seksi-2/Operasi Yonif 641 (18 Januari 1982), Kepala Seksi Operasi Brigif Linud 17 Kujang I (1 Januari 1987), Wakil Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juli 1988), Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak (1 Juni 1990).
Kepala Staf Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad, Komandan Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad (1 Juni 1994), Asisten Operasi Kodam VII/Wirabuana (1 April 1995), Komandan Kontingen Garuda XII-B ke Kamboja (1992), Komandan Sektor 5 Barat, dipercaya oleh pasukan PBB di Kamboja (UNTAC), Komandan Komando resort militer 044/Garuda Dempo.
Kodam II/Sriwijaya (1 September 1995), Kepala Staf Divif 2/Kostrad (1 Agustus 1996), Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, merangkap sebagai Wakil Ketua Tim Pengamanan Hutan Terpadu (15 Juli 1997), Panglima Divif 2/Kostrad (15 Maret 1998), Kepala Staf Kostrad (15 Juni 1998), Pangdam V/Brawijaya (14 Januari 1999–4 November 1999), Pangdam Jaya/Jayakarta (4 November 1999–1 Agustus 2000), Pangkostrad (1 Agustus 2000–4 Juni 2002), Kepala Staf Angkatan Darat (4 Juni 2002–5 Februari 2005).
Selanjutnya Menhan dalam arahanya menyampaikan 6 hal yang menjadi perhatian diantaranya, jati diri menjadi prajurit sejati yang loyal, strategi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman, penguatan mindset seluruh komponen bangsa, penanaman nilai-nilai kesadaran bela negara, dan situasi politikaktual dan keamanan, peningkatan profesionalisme prajurit.
Menteri pertahanan selaku pembantu presiden dalam bidang pertahanantermasik didalamnya untuk melaksanakan kontrol demokratis terhadap kekuatan militer.
Disain strategi pertahanan negara Indonesia telah diarahkan guna mewujudkan stabilitas keamanan nasional yang kondusif bagi stabilitas regional dan global melalui pendekatan strategi pertahanan smart power yang merupakan kombinasi stategis antara pembangunan kekuatan hard power (rakyat plus alutsista) dan kekuatan soft power (mindset dan diplomasi pertahanan kawasan ) yang berlandaskan kekuatan idealisme hati nurani.
Konsep pembangunan mindset seluruh rakyat Indonesia melalui Penanaman kebangsaan.
Diahir arahanya Ryamizard berpesan pada seluruh anggota TNI yang hadir agar tampil sebagai prajurit TNI yang profesional pada bidangnya dan fokus pada tugas pokok yang diberikan , jadikan loyalitas sebagai jati diri prajurit TNI, Sebagai TNI yang profesional dan berkepribadian.
Maka kalian harus menjadikan hukum dan undang-undang sebagai panglima tertinggi yang harus ditaati dan dihormati serta jadilah pemimpin yang senantiasa menjadi solusi dari setiap permasalahan yang bukan sebaliknya malah menjadi masalah dan duri bagi organisasi, dan senantiasa pandai merasa dan bukan merasa pintar, pungkasnya.
Sum : metrorakyat.com
Editor : sarwanto

Komentar