oleh

Gubernur Kepri Langsung Rekomendasi Keluhan seorang Nelayan Di Pelabuhan Pering 

-Bisnis-834 views

Natuna, Acikepri.com — Awal Juni lalu saat Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri Nurdin Basirun mengunjungi Kabupaten Natuna di Pelabuhan Pering, Penagi, salah seorang warga tanpa canggung bercerita mengenai daerahnya kepada Nurdin.

Waktu itu Wahab sedang menunggu kapal rekannya yang sedang menjelajah Laut Natuna Utara dan akan tiba beberapa jam lagi di pelabuhan Pring Natuna.

Dalam ceritanya kepada Nurdin, diperkirakan teman-temannya akan membawa hasil tangkapan yang cukup banyak, sebagaimana biasanya pada kondisi saat itu, dengan masa tiga hari melaut, dapat menghasilkan 700 kilogram.

Terlebih sejak adanya penampungan di Selat Lampa dan sangat membantu nelayan, sehingga nelayan nyaman melaut tanpa meng khawatirkan laku atau tidaknya ikan, dikarenakan sudah adanya para penampung ikan.

Wahab merasa senang dengan kondisi penjualan ikan saat ini, namun dirinya bersama teman-teman nelayan memiliki harapan akan adanya perbaikan di kawasan kapal Penagi tersebut.

Wahab menuturkan, saat ini kondisi pelantar belum terlihat memadai untuk tambat perahu nelayan. Selain itu, jalan masuk yang masih perlu ditingkatkan untuk kelancaran transportasi darat para nelayan.

“Bongkar ikan masih antri ketika kawan-kawan yang masuk banyak. Pas musim angin juga berdempet-dempetan,Wahab berkisah kepada Gubernur H.Nurdin Basirun pada pagi awal Juni lalu.”

Nurdin tampak akrab berbincang dengan nelayan, lebih dari satu jam perbincangan berlangsung dengan tawa lepas. Saat itu, segala permintaan masyarakat mendapat perhatian oleh Nurdin, sebagaimana keinginan masyarakat, Nurdin turut mendukung dan merekomendasikan agar dirancang sebaik mungkin, termasuk ruang tunggu pelabuhan.

“Hari ini saya mendapat hasil yang luar biasa mahal. Saya bisa bergurau dengan Pak Gubernur. Payah jumpa yang seperti ini, kata Wahab menjelang Nurdin pamit dari Pelabuhan Pering, Penagi.”

Wahab mengaku senang dengan kedatangan Nurdin. Paling tidak dia bisa menyampaikan apa yang selama ini memang ingin disampaikannya kepada pimpinan negeri ini.

Wahab pun bercerita, kadang ketika menjelang hari-hari pemilihan, mereka selalu didatangi banyak kalangan. Tapi setelah terpilih dan duduk di kursi amanah, buka jendela mobil pun kadang tak mau.

Tak heran kalau kegembiraan Wahab pada penghujung Ramadhan itu begitu meluap. Dia mendiskripsikan pertemuan itu sebagai sesuatu yang mahal. Bertemu pimpinan negeri, kata Wahab bukan dengan meminta-minta uang, dapat menyampaikan aspirasi merupakan suatu kebahagiaan.

Sum : Humaskepri
Editor : Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *