Bali, Acikepri.com — Masyarakat Kepulauan Nias yang tinggal, bekerja, dan kuliah di pulau dewata Bali melestarikan dan mempromosikan budaya lokal, pada hari Minggu, 22 Juli 2018.
Masyarakat Nias bersehati menampilkan Atraksi Lompat Batu, dan Silat dikawasan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.
Atraksi Lompat Batu dilakukan oleh Apost Kristian Halawa, dan Yulius Haria dari Kabupaten Nias Selatan. Replika Lompat Batu setinggi 204 cm, dan ditambah tingginya dengan seorang pemuda telentang diatas replika tersebut dapat dilompati kedua atlit ini.
Silat dan Tari Maena diperagakan oleh masyarakat Nias yang berjumlah sekitar 50 orang. Pementasan budaya Nias ini berkolaborasi dengan seni budaya Bali yang sudah di kenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, peserta Pesparawi Bali yang menampilkan budaya Nusantara semakin memikat hati pengunjung GWK saat itu, wisatawan ini ikut menari dan foto bersama para atlit Lompat Batu , peserta Tari Maena, dan Silat Nias.
Pementasan budaya Nias tersebut dipelopori Dr. Dermawan Waruwu, M. Si serta pertama kali ditampilkan di GWK Bali yang memiliki patung tertinggi di Asia Tenggara Maupun Dunia.
Kendati awalnya mengalami kesulitan untuk mementaskan budaya Nias, namun usaha serta komunikasi yang dilakukan secara intensif oleh Dermawan Waruwu kepada Manajemen GWK akhirnya terlaksana.
Masyarakat Nias diaspora Bali berasal dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli. Mereka berasal dari berbagai Kabupaten/Kota, tetapi mereka memiliki rasa persaudaraan dan kebersamaan saat mementaskan atraksi budaya tersebut.
” Kebersamaan ini sudah terbina sejak lama, melalui Ikatan Keluarga Nias Bali (IKNB) yang diketuai oleh Drs. Perlngatan alias Ama Adi, Sebut Dermawan Waruwu.”
” Pementasan Budaya Nias di GWK adalah menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Pulau Nias, bebernya.”
Dermawan menerangkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk melakukan melestarikan dan mempromosikan budaya Nias, yaitu pada 28-29 Juni 2018 mengundang Donialus Manao dan Apost Kristian untuk menampilkan Atraksi Lompat Batu di Universitas Dhayana Pura.
Dermawan berharap, agar atraksi budaya ini didukung dan diapresiasi semua pihak khususnya pemerintah, Apalagi pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya memperjuangkan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Sum : katanias.com
Editor : sarwanto

Komentar