oleh

Hendri Arulan Kadisdik Kota Batam Sidak Ke SMPN 28 Batam Terkait Siswa Nonton Video Porno Di Grup Messenger

-Pendidikan-1,082 views

Batam, Acikepri.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan meninjau secara langsung salah satu sekolahan SMPN 28 di kota Batam terkait adanya siswa yang memiliki grup messenger FB yang berisi gambar dan video porno yang beredar di media sosial.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, langsung mendatangi sekolah SMPN 28 Batam, untuk mengkonfirmasi langsung ke pihak sekolahan.

Hendri Arulan, menyampaikan menurut informasinya anak-anak tersebut hanya menerima video dari pihak luar melalui Facebook.

Kita lakukan pembinaan terkait dengan permasalahan akhlak anak, mereka gampang sekali mengakses media sosial, dan kita sudah menghimbau ke sekolahan untuk melarang murid-murid membawa HP ke sekolah.

“Kita menghimbau ke sekolahan untuk melarang anak-anak membawa HP ke sekolah, kalau pun ada yang membawa HP itu hanya HP jadul yang biasa, itu pun kalau mau masuk kelas HP nya diambil sama wali kelasnya, dan kita juga menghimbau untuk melakukan razia secara rutin,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan.

Hp ini ada sisi baik dan buruknya sehingga penggunaan harus sesuai dengan kebutuhan pendidikan anak, anak-anak bisa mendapatkan info pendidikan di sini, namun ada juga info perusak di sini, sehingga pengawasan orang tua paling penting.

Anak-anak yang ketauan menonton video porno tersebut ada 3 orang, 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

“Untuk ke 2 anak perempuan tersebut kita lakukan pembinaan, karena ini pelanggaran berat dan sudah masuk SP tiga, sementara 1 anak laki-laki tersebut sama orangtuanya dipindahkan ke pesantren,” ungkap Hendri.

Saat ini di sekolah juga ada paguyuban kelas ini juga harus ditingkatkan, dan sekarang juga ada program Pendidikan Penguatan Karakter (P2K), kalau dulu waktu sekolah kita dapat penguatan karakter dari pelajaran Agama dan PMP, sementara sekarang semua pelajaran masuk pendidikan karakter.

“Di Batam orangtuanya super sibuk, sehingga penguatan karakter di sekolah harus kita tingkatkan, termasuk paguyuban orangtua,” tambahnya.

Dari kejadian ini, kadis pendidikan menekankan peran orang tua yang paling utama, karena kalau disekolah pengawasannya tidak bisa maksimal, tetapi setelah mereka selesai sekolah itu yang perlu diawasi, perhatian terhadap anak-anak harus ditingkatkan, kita tidak bisa memantau terus menerus dan untuk media sosial ini sulit diawasi, tutup Hendri Arulan.
sum : yuyun
editor : red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *