JAKARTA, ACIKEPRI.com — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa Indonesia memiliki banyak potensi salah satunya nikel dan kobalt.
“Nikel dan kobalt adalah bahan baku produksi baterai lithium yang dijadikan bahan mobil listrik,” ujar Luhut saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-WBG dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.
Luhut menambahkan, bahwa dirinya telah bertemu dengan Samsung, produsen elektronik terbesar di Korea Selatan untuk membangun pabrik di Indonesia.
“Saya bilang kenapa kalian ngga bikin produknya di Indonesia. Mereka bilang mau. Karena kita sekarang sudah putihkan illegal mining disana. Loncatan teknologi bisa kita buat dan dampaknya adalah kita bisa perbaiki pendidikan di wilayah setempat,” ucap Luhut.
Menurutnya karena ada permintaan tenaga ahli sehingga pemerintah perlu untuk memacu penyediaan kebutuhan tenaga kerjanya.
Luhut memandang berbagai tawaran kerja sama dengan negara lain yang kini berdatangan merupakan dampak tidak langsung dari pelaksanaan beberapa mega even internasional yang digarap oleh Indonesia. Even-even tersebut antara lain pertemuan IMF-World Bank Meeting, Asian Games 2018, dan Our Ocean Conference yang sukses.
Lebih jauh, Luhut mengatakan, bahwa hal tersebut akan menjadi prospek yang positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan, akan tetapi diakuinya memang akan membutuhkan waktu untuk dapat terwujud, namun demikian Menko Luhut menargetkan bahwa di tahun 2020 – 2021, Indonesia akan menikmati dampak positif tersebut.
Apalagi, sambung Luhut menyebut, bahwa saat ini Indonesia berencana mengembangkan green diesel yang notabene apabila berhasil dikembangkan, tentu akan mendatangakan keuntungan ekonomi yang sangat signifikan bagi Indonesia.
“Tentu tidak segera di tahun 2019, karena ini menyangkut industri dan lainnya, mungkin bisa tercipta di tahun 2020-2021 pasti akan berdampak bagus. Kalau kita bisa tingkatkan green diesel kita tentu akan membantu kita kurangi impor crude oil,” ujarnya.
“ITB dan Tim BPPT sedang kerjasama dan saya tanggal 21 Desember ini ke Bandung dan bila tidak ada halangan akan melihat proses ini. Dan tadi malam kami laporkan kepada Presiden juga bahwa langkah-langkah ini bisa kita lakukan, dan akan sangat-sangat signifikan dalam mengurangi impor kita dan lebih dari itu kita akan bisa mengekspor green diesel ini ke luar negeri,” tambah Menko Luhut.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjelaskan dengan detil bahwa Indonesia telah mendapatkan beberapa keuntungan berwujud/ tangible yang antara lain berupa kesepakatan investasi dengan berbagai investor dari luar negeri.
“Sebanyak 14 BUMN berhasil menandatangani perjanjian kerjasama investasi dengan total nilai kesepakatan mencapai Rp 202 triliun, Bappenas juga sukses memfasilitasi kerjasama investasi dengan total nilai Rp 47 triliun. Selain itu, dampak yang juga sangat penting adalah kemampuan Indonesia untuk berperan di dalam forum internasional,” jelasnya.
Sumber : Biro Informasi dan Hukum Kemenko Maritim
Editor : Sarwanto

Komentar