Banjir Jakarta, Menteri PUPR Kecewa Terhadap Gubernur Anies

0
90

JAKARTA, ACIKEPRI.com – Banjir merendam pemukiman warga di Jabodetabek setelah diguyur hujan deras seharian sejak Selasa (31/12/2019) malam hingga Rabu (1/1/2020). Normalisasi sungai Ciliwung menjadi catatan penting dari peristiwa kali ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap kekecewaan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena normalisasi baru terealisasi sepanjang 16 km dari total 33 km.

Hal itu disampaikan Basuki usai meninjau titik-titik banjir di Jakarta dan sekitarnya menggunakan helikopter bersama Anies dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

“Mohon maaf Bapak Gubernur. Selama penyusuran kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah dinormalisasi baru 16 km,” ujar Basuki di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020), seperti dikutip dari detik.com.

Selama pantauan, mereka melewati 130 titik banjir se-Jabodetabek, terutama daerah-daerah yang terdampak banjir terparah di sekitar sungai Ciliwung, kali Krukut, kali Sunter, dan kali Grogol.

Menurut Basuki, daerah di sekitar wilayah sungai yang sudah dinormalisasi terlihat tak tergenang banjir. Kondisi itu nampak berbeda dengan wilayah yang belum dinormalisasi.

“Di 16 km itu kita lihat Insya allah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait akan mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat normalisasi. Tujuannya supaya bisa menekan rendaman di titik-titik banjir.

“Termasuk di kali Pesanggarahan juga dengan sodotan kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, beliau mengambil langkah-langkah untuk pembebasan lahannya karena dari total 1,2 km, 600 meter di antaranya sudah kita kerjakan,” tuturnya.

Untuk merealisasikan hal itu, dukungan masyarakat lewat izin pembebasan lahan amat sangat dibutuhkan. Sebab, tujuan normalisasi menyangkut kepentingan bersama.

“Kami menunggu sekarang kesepakatan dengan masyarakat. Alhamdulillah menurut beliau (Anies Baswedan) masyarakat sudah diskusi dan insya Allah masyarakat bisa menerima itu. Mudah-mudahan bisa kita tangani,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Anies menepis pernyataan Basuki. Ia berujar normalisasi sungai tidak akan berfungsi dalam kaitannya menghadapi banjir jika tidak ada pengendalian air dari daerah di selatan Jakarta.

“Jadi, selama air dibiarkan dari selatan masuk ke Jakarta dan tidak ada pengendalian dari selatan, maka apa pun yang kita lakukan di pesisir termasuk di Jakarta tidak akan bisa mengendalikan airnya,” kata Anies dilansir CNN Indonesia, Kamis (2/1/2020).

Ia pun memberi contoh normalisasi di kawasan Kampung Melayu yang dilakukan pihaknya, namun tetap mengalami banjir.

“Artinya kuncinya itu ada pada pengendalian air sebelum masuk pada kawasan pesisir,” simpul Anies.

“Tapi, selama kita membiarkan air mengalir begitu saja, selebar apa pun sungainya, maka volume air itu akan luar biasa. Karena makin banyak kawasan yang digunakan untuk perumahan. Sehingga air pun mengalir ke sungai,” sambungnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lantas menekankan agar ada langkah cepat dalam penuntasan pengendalian air sebelum masuk kawasan pesisir atau Jakarta.

“Tapi pada fase ini yang penting warga selamat, penanganan cepat, setelah itu kita duduk bersama untuk memastikan bahwa masterplan dari penyelesaian banjir ini sinkron,” tutupnya.(SR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.