42 Relawan Jemput WNI dari Wuhan, China Gunakan Pesawat Batik Air 330

0
53

JAKARTA, ACIKEPRI.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melepas 42 tim penjemputan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan, China, Sabtu, 1 Februari 2020. Dalam pelepasan tersebut, para menteri dan Panglima TNI memakaikan baret bergambar bendera Indonesia di lengan para relawan.

42 Tim tersebut akan terbang menggunakan pesawat Batik Air jenis Airbus 330 dimana para relawan terdiri dari unsur Kementerian Luar Negeri, unsur Kementerian Kesehatan, dan unsur kru maskapai Batik Air.

“Hari ini kami melepas tim penjemputan saudara kita yang ada di RRT (Republik Rakyat Tiongkok), di mana terdapat 42 tim yang akan diberangkatkan,” ujar Retno.

Retno mengungkapkan, terdapat 245 WNI yang tercatat ada di seluruh kota di China dan ditambah dengan lima wakil Indonesia yang menjemput ratusan WNI tersebut. Nantinya, ratusan WNI tersebut akan diminta berkumpul di titik-titik penjemputan untuk selanjutnya berangkat menggunakan transportasi darat ke Bandara di Wuhan.

“Setelah ketibaan tadi pagi, disampaikan bahwa wakil negara yang ada di beberapa titik di Hubei sudah mulai bergerak menuju Wuhan, selain itu juga yang ada dari Kota Xiangzhou, Hangzhou dan kota-kota lain di RRT untuk menuju Wuhan,” jelas Retno.

Retno meminta para tim relawan untuk terus semangat dan menjaga kesehatan tubuh masing-masing dan menjalankan protokol keamanan seperti yang seharusnya.

“Mengingat situasi ini bukan situasi normal, maka kedisiplinan ini diperlukan termasuk selama perjalanan, ketibaan dan pasca ketibaan protokol kesehatan juga berlaku ketat bagi seluruh kru pesawat dan bagi pesawat itu sendiri setelah ketibaan,” tandasnya.

Tim Relawan yang Jemput WNI di China Difasilitasi Lengkap

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, fasilitas tersebut merupakan fasilitas standar yang harus digunakan para tim relawan untuk memastikan keamanan selama penjemputan.

“Didalam pesawat kita lengkapi peralatan yag diperlukan oleh pihak RRT (Republik Rakyat Tiongkok) seperti masker dan surgical unit, dimana peralatan akan langsung diterima pihak RRT melalui Hubei Charity Foundation,” kata Retno, Sabtu (1/2/2020).

Tak hanya itu, pilot dan kru pesawat Batik Air pun dipastikan kesehatan dan keselamatannya selama menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. Hal tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pilot dan kru pesawat pun sudah kita berikan pembekalan protokol kesehatan, dan itu berlaku ketat bagi seluruh kru pesawat baik selama perjalanan, saat ketibaan di Wuhan, hingga pasca ketibaan kembali di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menambahkan, pihaknya juga memiliki radar pemantauan khusus untuk memantau proses pemindahan WNI dari Wuhan ke Indonesia.

“Militer terus memantau pergerakan dari pesawat yang digunakan dengan memberikan frekuensi militer yang diberikan oleh operator pada file dengan profesi tertentu yang kita bisa memonitor apa yang sedang dilaksanakan dari udara menuju udara China menuju ke wilayah udara Indonesia dan terus kita pantau sampai pendaratan,” tandasnya. (mdk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.