Jokowi Minta Kepala Daerah dan Bappeda Identifikasi Sektor yang Terdampak Covid-19

0
39

JAKARTA, ACIKEPRI.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 30 April 2020.

Dalam sambutannya, Jokowi meminta kepada para Gubernur, para Bupati dan Wali Kota atau Kepala Daerah, serta Kepala Bappeda untuk mengidentifikasi secara detail, memilah-milah secara cermat di daerahnya masing-masing, sektor apa yang terkena dampak paling parah, sektor apa yang dampaknya sedang, dan sektor apa yang masih bisa bertahan dan justru bisa mengambil peluang yang ada.

“Karena saya melihat ada beberapa sektor yang sangat terpukul, seperti sektor UMKM, sektor pariwisata, sektor konstruksi, (dan) sektor transportasi,” kata Jokowi dilansir dari suluknews.or.id.

Namun ada juga yang masih bisa bertahan dan bahkan bisa bergerak memanfaatkan momentum ini, misalnya sektor tekstil dan produk tekstil, sektor kimia, sektor farmasi, sektor alat kesehatan, sektor makanan dan minuman, serta sektor jasa telekomunikasi dan sektor jasa logistik.

“Saya minta disiapkan strategi besar recovery-nya, peta jalan, dan tahapan-tahapannya,” ucap Presiden.

Jokowi mengatakan, tahapan mitigasi yang dilakukan saat ini seperti apa, apa sektor yang prioritas yang harus dibantu, berapa lapangan kerja yang bisa diselamatkan.

Setelah tahap mitigasi COVID selesai, kita masuk ke tahap recovery. Siapkan sektor apa yang bisa pulih cepat, yang bisa langsung rebound, mana yang pulihnya agak lambat, apa rencana intervensi kebijakan yang bisa dilakukan. Saat ini kita masih fokus pada tahap mitigasi,” ujarnya.

Pemerintah telah menyiapkan paket program stimulus ekonomi agar bisa bertahan dan mencegah PHK seperti insentif perpajakan, restrukturisasi kredit, serta relaksasi impor bahan baku.

“Saya ingatkan, yang harus dibantu bukan hanya usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar saja tapi juga usaha ultra mikro dan usaha mikro,” ungkapnya.

Program stimulus ekonomi juga harus menjangkau sektor-sektor informal, pedagang kaki lima, tukang gorengan, tukang tambal ban, warung-warung kecil, dan sebagainya.

jumlah yang seperti ini sangat besar dan menurut data Bappenas angkanya mencapai 40 juta dan juga banyak menampung tenaga kerja. Sebagian besar dari mereka tidak bersentuhan dengan bank atau lembaga keuangan. Ini juga yang harus kita perhatikan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Presiden, para Menteri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan seluruh Kepala Lembaga Kementerian dan Nonkementerian, Yang saya hormati para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, para Kepala Bappeda Provinsi.

(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.