BATAM, ACIKEPRI.com – Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam mempertanyakan perihal mobil truk sampah yang kondisinya sudah kropos, namun masih dipergunakan.
Pasalnya, dalam kondisi seperti itu, banyaknya sampah yang berterbangan di jalan-jalan, begitu juga pegawai satgas kebersihan terlihat banyak yang menggantung karung cumbo back, di luar daripada bak mobil truk sampah, sehingga dengan ke adaan tersebut tentu akan meresahkan pengendara di jalan.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi lll DPRD Kota Batam, Werton Panggabean saat menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait laporan triwulan l Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemko Batam tahun 2020, Senin, 15 Juni 2020.
“Terkait dengan masalah itu, nanti Tim operasional yang akan menyampaikan kepada satgasnya, bahwa mereka itu bekerja sebagaimana yang telah di arahkan dan tidak ada yang ke ganjilan-ke ganjilan. Contohnya satgas pembantu dalam armada terkait masalah pengangkatan sampah, jangan sampai di luar daripada penempatan yang telah di tetapkan, di dalam mobil,” jelas, Werton dilansir dari informasijurnalis.com.
Dikatakannya, selain itu juga bisa menyebabkan kecelakaan bagi pengendara, kemudian kalau untuk armada-armada yang sekarang saat ini tentu itu semuanya menggunakan anggaran, sementara kita tau bahwa anggaran kita lagi merosot, sebenarnya sudah ada penganggaran tapi untuk terelisasi jadi kita lihat nanti anggaran kita. Kita berapa anggaran Kita yang harus terelisasi sehingga bisa terkafer semuanya,” ujarnya.
Dia, memaparkan terkait mobil truk sampat yang di gunakan untuk oprasional pengankutan sampah, oleh dinas lingkungan hidup tersebu. “Bahwah mobil truk sampah tersebut. Memiliki anggaran, akan tetapi anggaran tersebut lagi lesu,” ucap werton.
“jadi terkait mobil truk sampah, itu ada anggaran perbaikan armada, ada perbaikan armada. tapi karena anggaran kita lagi me lesu, anggaran itu memang ada di anggarkan teralisnya karena pendapat kita lagi menurun sehingga ketersediaan anggaran kita sekarang lagi minim,” ucapnya lagi.
Werton juga berharap kepada dinas lingkungan hidup, semga ke adaan tersebut cepat terealisasi.
“Kami juga harapkan untuk DLH untuk jangan sampai ada di lapangan terealisasi anggaran, karena itu adalah pelayanan kepada publik,” katanya. (red)

Komentar