Natuna – Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjamin keamanan dan kehalalan Vaksin Sinovac sebagai “senjata” untuk melawan Corona Virus Desease (Covid-19).
Kendati demikian informasi ini masih simpang siur bagi sebagian kalangan masyarakat Indonesia. Terutama soal dampak negatif yang ditimbulkan pasca vaksinasi.
Untuk itu, melalui momen Vaksinasi Covid-19 tahap II diselenggarakan di RSUD Natuna, Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, meminta agar informasi kemanan dan kehalalan vaksin tersebut tersosialisasi secara luas.

Dengan adanya sosialisasi secara menyeluruh, maka kabar negatif yang menimbulkan keraguan di tengah masyarakat dapat dihilangkan.
Melalui keberhasilan pemberian vaksin tahap I sebagaimana sudah diselenggarakan sebelumnya bagi para aparatur medis dan paramedis, hendaknya menjadi bukti bahwa vaksin tersebut benar-benar aman dan halal, sebagaimana disampaikan oleh pemerintah.
Vaksinasi Covid-19 merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk mengendalikan penyebaran wabah Virus Corona yang sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhannya, sedangkan vaksin tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Upaya nasional tersebut harus menjadi perhatian bersama seluruh kalangan, baik dari unsur pemerintahan, TNI/Polri, dan seluruh masyarakat dengan ketentuan dan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Orang nomor dua di Kabupaten terdepan ini berharap, walaupun Natuna masih dalam kategori Zona Hijau, protokol kesehatan harus terus diterapkan.
Sehingga pada gilirannya kebiasaan baru dapat diterapkan, menjadi kebiasaan masyarakat sebagai bentuk upaya bersama untuk mengendalikan, mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih mewabah.
Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Pj Sekretaris Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kepemudaan.
SARWANTO

Komentar