oleh

Goa Kama, Pantai di Natuna Punya Sejuta Spot untuk di Exsplor

Natuna – Wisata Natuna sudah tidak diragukan lagi bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kabupaten Natuna. Ada pantai di Kepulauan Natuna yang punya ‘sejuta’ spot untuk di explore. Iya, ini dia Pantai Goa Kamak. Lokasinya berada di Desa Pengadah Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Pantai ini berjarak 40 km dari kota Ranai, dan dapat ditempuh kendaraan darat selama 50-60 menit. Tiba di lokasi parkir kendaraan, kita harus menyambungnya dengan jalan kaki sekitar 10 menit.

Wisatawan saat menikmati indahnya Pantai Goa Kama. foto (maytrip)

Jangan lupa saat anda ingin berwisata ke Goa Kama untuk membawa makanan dan minuman. Karena pantainya jauh dari kawasan penduduk, disana belum ada akses jualana, wc, mushalla, dan gazebo.

Sebelum sampai ke pantai Goa Kamak, kita pasti akan melewati laguna sempit dan dangkal yang punya saluran ke laut seperti gorong-gorong. Bentuk lagunanya separuh bintang.

Pantai Goa Kama. foto (ist)

Lalu, kita juga akan bertemu ujung tebing granit yang di bawahnya terdapat teluk kecil berair dangkal dan tenang. Di atas tebing ini masih ada pepohonan, batang-batang kayu yang menjorok keluar.

Terus saja ke arah kanan sampai mentok ke dinding tebing satu lagi, di situlah lubangnya berada.

Goa Kamak tidak besar dan tidak bisa dimasuki. Di depan lubang ini banyak batu-batu granit besar aneka bentuk, warnanya kuning kecoklatan dan kemerahan, dan ada yang seperti bermotif di permukaan batuannya.

Indahnya Pantai Gua Kama. foto (ist)

Kondisi bebatuan granit di sini sangat unik ditilik dari ilmu geologi, dan usianya pun ada yang sudah jutaan tahun.

Oleh karenanya Pantai Goa Kamak ditetapkan sebagai salah satu geosite dari Geopark Nasional Natuna yang ditetapkan tahun 2018.

Secara Geologi, Geosite Goa Kamak terdiri dari batuan sedimen fluvial yang berusia 38 juta tahun. Bebatuan ini tersingkap di bibir Pantai Kamak. Batuan sedimen fluvial sendiri adalah batuan sedimen yang proses pengendapannya berlangsung di sungai. Misalnya batu pasir dan batu lempung.

Goa Kamak sendiri berasal dari nama binatang sejenis kepiting, yang biasa dengan bahasa melayu Natuna disebut Keramak atau Keghamak.

Logat dalam bahasa melayu Natuna khususnya di wilayah timur Pulau Bunguran yang selalu menyingkat kata, akhirnya pelafalan Keghamak atau Keramak ini menjadi Kamak dengan arti yang tidak berubah.(sar)

Editor: SR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *