Lingga – Pembangunan Jembatan Pelantar Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga yang menelan anggaran 1 Miliar tersebut tuai kritik dari masyarakat.
Pasalnya pembangunan yang memiliki panjang hampir 100 meter dengan lebar 3 meter teknis pengerjaan penanaman kayu cerucuk hanya menggunakan manual tidak menggunakan tenaga mesin.
“Hal ini tentu jadi pertanyaan besar bagi kami masyarakat,” kata salah satu warga, Ind kepada media ini, Minggu 8 Juli 2023.
Ind menuturkan, seharusnya dengan anggaran sebesar itu tentunya pembangunannya juga harus bermutu dan berjangka panjang, namun sangat disayangkan bila bangunan ini terkesan asal di bangun dan terkesan spek asalan, artinya hanya manual saat, tanam cerucuk.
“Bila pun di spek tidak menggunakan tenaga mesin saat penanaman cerucuk. Kita merasa sangat menyayangi karena kita menduga tidak maksimal bila penanaman cerucuk menggunakan manual alias hanya menanam cerucuk menggunakan tenaga manual,” ucapnya.
Ia menyebutkan, bila penanaman cerucuk menggunakan mesin tentu lebih maksimal kayunya lebih dalam masuk, kalau manual hanya seberapa kekuatan cerucuk masuk kedalam tanah.
Kendati demikian, Ind membeberkan, dirinya berkomentar seperti ini, karena sangat menyayangi mutu pembangunan. “Kita tidak mau setelah 5 tahun atau 10 tahun, bangunan tersebut sudah rusak,” ujarnya.
“Akhirnya bangun lagi, kan ujungnya mubasir anggaran, yang untungnya “pihak kontraktor” dapat ke untungaan dalam bekerja, yang ruginya masyarakat sebagai penikmat pasilitas bangunan yang dibangun pemerintah. Dan ujungnya kita sebagai masyarakat mengeluh lagi kepada pemerintah minta bangunan baru, Kabupaten kita ini luas 13 kecamatan dan 9 kelurahan, 75 Desa, tentu masih banyak wilayah yang akan di pikirkan oleh pemerintah,” tuturnya.
Ind berharap, agar bangunan ini maksimal dan bermutu bisa dinikmati dengan waktu jangka panjang.
Sebagaimana diketahui, pembangunan
jembatan Pancur di kerjakan oleh CV Bintang Cahaya Rezki, dan konsultan perencana CV AR Artistika.
Hingga berita ini dimuat pihak dinas terkait PUPR Lingga belum bisa di hubungi guna untuk, konfirmasi.(Sar/Dra)
Editor: Sarwanto

Komentar