Natuna – Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan komitmennya untuk membenahi persoalan penyaluran BBM subsidi bagi nelayan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Natuna, Ranai, Kamis, 30 April 2026.
Dalam rapat tersebut, Cen Sui Lan menyoroti masih sulitnya nelayan mendapatkan BBM subsidi, padahal bahan bakar merupakan kebutuhan utama untuk melaut.
“Nelayan kita ini sudah susah mencari ikan. Jangan kita persulit lagi hanya karena minyak subsidi sulit didapat,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan karena berdampak langsung pada kehidupan nelayan. Ia menilai, permasalahan BBM subsidi bukan hanya persoalan distribusi, tetapi juga menyangkut keadilan bagi masyarakat pesisir.
Bupati juga menyoroti adanya dugaan penyaluran yang tidak tepat sasaran. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk memperketat pengawasan agar BBM subsidi benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak.
Rapat tersebut turut melibatkan berbagai instansi terkait serta pihak Pertamina yang mengikuti secara daring. Dalam kesempatan itu, Bupati mendorong optimalisasi sistem digital seperti Pertamina Allocation System (PAS) guna meminimalisir potensi penyimpangan.
Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan jika ditemukan praktik pelanggaran di lapangan, termasuk dugaan penyelewengan maupun permainan dalam distribusi BBM subsidi.
Cen Sui Lan menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentolerir praktik yang merugikan nelayan.
“Kalau ada pelanggaran, harus ditindak. Ini menyangkut hak masyarakat kecil,” ujarnya.
Ia berharap, melalui koordinasi lintas sektor ini, persoalan BBM subsidi di Natuna dapat segera dibenahi secara menyeluruh.
Bagi para nelayan, lanjutnya, yang terpenting adalah ketersediaan BBM agar mereka bisa melaut dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Jangan sampai nelayan kita tidak bisa melaut hanya karena tidak mendapatkan BBM,” tutupnya. (Sar)
Editor: Juliadi

Komentar