oleh

Pencurian Material Listrik PLN Batam Memakan Korban

-Home-575 views

BATAM, ACIKEPRI.com — Gangguan aliran listrik yang mengakibatkan pemadaman sejumlah peralatan elektronik milik warga gardu portal Batuaji disebabkan adanya pencurian aset gardu dan material listrik PLN Batam.

“Akhir-akhir ini kami menemukan gardu kami dibobol modusnya merusak ventilasi gardu atau membobol dinding padahal gardu dalam keadaan terkunci,” kata Manager Distribution PLN Batam, Jhon Bislon melalui keterangan tertulis, Kamis, 13 Desember 2018.

Menurutnya, para pelaku biasanya mengincar lokasi gardu yang sepi dan jauh dari pemukiman warga, kami temukan total ada 20 gardu distribusi dibobol oleh pencuri sepanjang 2018.

Jhon mengatakan, tindakan pencurian asset (material listrik) di dalam gardu diketahui setelah ada laporan gangguan dari pelanggan yang melaporkan padam atau tegangan drop.

Jhon menambahkan, bahwa asset atau material yang diambil oleh pelaku beberapa diantaranya adalah kabel tembaga, panel busbar tegangan rendah dan barang-barang tersebut dijual lagi ke penadah.

“Para pelaku juga biasanya melakukan aksinya pada saat malam hari dan acak incaran gardunya, missal hari ini gardu di Batam Centre beberapa hari kemudian di daerah Batuaji atau Tiban,” ujar Jhon.

Pencurian material listrik memakan korban

Sementara itu, Manager of Public Relations PLN Batam, Bukti Panggabean mengatakan, pencurian material listrik di gardu portal Batuaji tepatnya di Komplek Anugerah terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018.

“Ditemukan juga peralatan kerja yaitu gergaji, martil, kunci inggris, tang, tali panjat oleh petugas gangguan PLN Batam,” terangnya.

Selain itu tindakan tersebut memakan korban salah satu yang diduga pelaku tewas akibat tersengat aliran listrik 20 Kv (kilo volt) dan jatuh dari tiang.

“Ini tentunya insiden yang sangat menyedihkan, namun dari kejadian tersebut masyarakat perlu tahu bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dan juga membahayakan nyawa,” tutur Bukti.

Saat kejadian tersebut ada laporan dari warga karena perumahan didaerah tersebut padam kemudian petugas mendatangi lokasi kejadian dan menemukan barang bukti serta kondisi beberapa material yang rusak.

Pihak berwajib juga turun membantu investigasi tindakan pencurian tersebut yang ternyata ada laporan jenazah di RSUD Embung Fatimah tanpa identitas meninggal akibat sengatan listrik. Tidak membutuhkan waktu lama untuk polisi bertindak dan akhirnya berhasil menangkap kawanan yang diduga pelaku pencurian listrik tersebut dan langsung melakukan olah TKP.

“Kami menghimbau kepada masyarakat atau pelanggan seandainya mengetahui orang yang mencurigakan memasuki gardu laporkanlah ke PLN atau apparat RT/RW setempat, dan jika ada gangguan padam residensial (skala perumahan) diharapkan segera melapor ke contact centre 123 PLN dan percobaan pencurian sangat berbahaya karena material gardu kondisi dalam keadaan bertegangan dan nyawa menjadi taruhannya,” jelas Bukti.

PLN Batam sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dalam hal ini jajaran Polsek Sagulung karena telah berhasil meringkus komplotan pencuri material listrik yang diduga juga ada dibelakang pembobolan beberapa gardu PLN Batam selama ini.

“Kedepannya agar kejadian serupa tidak terulang lagi, PLN Batam akan lebih ketat dan secara reguler mengawasi gardu-gardu dengan melakukan piket patroli di setiap area pelayanan PLN Batam, Batam Centre, Nagoya, Tiban, Batuaji,” tutup Bukti.

Sumber : Bright PLN Batam
Editor : Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *