oleh

Dishub dan Dinas PUPR Karimun Diminta Tak Tutup Mata

Karimun – Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas PUPR Kabupaten Karimun diminta tak tutup mata dengan jalan poros 300 meter dari depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) arah ke simpang Tugu Bati.

Pasalnya sering terjadinya kecelakaan adanya pertemuan dua permukaan aspal yang berbeda tinggi dan rambu jalan sebagai peringatan bagi pengendara tidak ada dipasang sehingga pengendara sangat rawan mengalami kecelakaan terutama pada malam hari.

Warga sekitar berinisial EM, menyebut, penyebab lain yakni lampu penerangan di jalan tersebut pada mati semua.

“Kalau malam hari gelap gulita, entah kenapa kok tidak diperbaiki, sampai saat ini. Padahal ini jalan protokol dan kami sebagai masyarakat sudah sangat menikmati penerangan jalan karena sebagai masyarakat sumbangsih kami ada dimana setiap pengisian pulsa listrik sudah terpotong oleh pajak penerangan jalan,” ucapnya.

Sementara pihak Dishub yang enggan disebut namanya berinisial M menjelaskan, pemeliharaan dan perbaikan lampu penerangan jalan di bagi tiga bagian.

Untuk kawasan perumahan pemeliharaan dan perbaikan lampu penerangan jalan menjadi tanggung jawab dinas Perkim.

Sedangkan jalan protokol coastal area dan jalan poros di Dishub.

“Atas laporan dan complain warga tersebut akan saya sampaikan ke kepala Dinas dan harapan kita supaya menjadi Prioritas mengingat seringnya terjadi lakalantas pada malam hari,” tuturnya saat dikonfirmasi, Jumat, 1 April kemarin.

Dishub juga berupaya mengusulkan penambahan anggara untuk pemeliharaan dan perbaikan lampu penerangan jalan mengingat selama ini anggarannya sangat minim jika dibulatkan Rp.10  Milyar PPJ nya biaya pemeliharaan dan perbaikan hanya + 1,5  persen.

Sementara, Kabid Pembangunan Jalan, Ramhot S menerangkan, semula jalan poros dari depan RSUD sampai depan stadion sudah ada penganggaran bersumber dari dana DAK.

Namun dikarenakan adanya refocusing sehingga belum dapat diselesaikan 100 persen.

“Namun saya akan sampaikan ke pimpinan agar dapat kita prioritaskan perbaikan jalan aspal tersebut supaya langsam untuk mencegah terjadinya lakalantas  di jalan dimaksud”, tutup Ramhot.

HARIONO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *