oleh

Pembangunan Gedung BLK Karimun Molor, Ketua Komisi I DPRD Minta Pemda Pantau

Karimun – Pemerintah Provinsi Kepri mengalokasikan dana untuk pembangunan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Karimun pada tahun 2022.

Namun sangat disayangkan proyek yang dimenangkan PT. Mira dan konsultan pengawas PT. Bentan Sondong dengan pagu Rp.7.999.770.564.53, tanggal kontrak 17 Mei 2022 dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender progresnya baru mencapai 50 persen.

Papan plang proyek. foto (ist)

Dikhawatirkan penyelesaian pekerjaannya tidak mencapai target sesuai hari kerja kalender kontrak pekerjaan. Apakah mungkin dapat diselesaikan sesuai waktu pelaksanaan 210 hari kalender yang diperkirakan bersisa hanya beberapa hari lagi.

Saat dikonfirmasi, Kamis 22 Desember 2022, tidak ada sosok yang dapat ditemui dari kontraktor ataupun pihak konsultan dilokasi pembangunan gedung BLK Karimun tersebut.

Sementara, salah satu pekerja yang enggan disebut namanya menjelaskan bahwa kendala sehingga tidak dapat diselesaikan tepat waktu yaitu faktor cuaca yang sering hujan.

“Kendala kami terutama faktor cuaca yang sering hujan pak, namun walaupun demikian saya dengar pihak kontraktor pelaksana sudah mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan sejak bulan September kemaren Pak,” jelasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak kontraktor belum dapat ditemui dan Hendriza selaku PPK meski awak media ini sudah mencoba menghubungi namun belum berhasil untuk dikonfirmasi.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten karimun Sulfanow Putra saat dikonfirmasi Kamis 22 Desember 2022, perihal pembangunan Gedung BLK itu sangat mensuport agar dapat segera diselesaikan.

“Kita suport pihak pelaksana agar pembangunan dapat diselesaikan,” ucapnya.

Putra menjelaskan, berdasarkan informasi dari Disnaker Karimun bahwa untuk Gedung BLK Pemerintah Daerah tengah mengusulkan peralatan ke Departemen Ketenagakerjaan agar mendapat bantuan peralatan kebutuhan di Gedung BLK.

Atas kekhawatiran akan nasib BLK Karimun ini, Putra meminta, kepada Pemerintah Daerah Karimun dan Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau agar ikut memantau jalannya pembangunan BLK dimaksud sehingga masyarakat Karimun tidak dikecewakan.

Diketahui, pembangunan Gedung BLK sudah menjadi impian masyarakat Karimun untuk dapat menciptakan tenaga-tenaga kerja yang terampil dan siap pakai di perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Karimun khususnya. (Hariono)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *