Batam, Acikepri.com — Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, di Hotel Harmoni One, Selasa, 10 Juli 2018.
Acara tersebut dihadiri, Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun, Ketua Komisi I, Abdulrahman, Wakil Ketua Komisi I Kepri, Taba Iskandar, Sekretaris Komisi I, Sukhri Fahrial, Ruslan Kasbulatov, Thomas Suprapto, Wan Norman Edi dan Sarafudin Aluan. Tak hanya itu, perwakilan mahasiswa, Pramuka dan Tagana Provinsi Kepri ikut menghadiri sosialisasi ini.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri, Taba Iskandar, sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara menyadari bahwa keberadaan masyarakat yang majemuk merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus diakui, diterima, dan dihormati. Kemudian, kemajemukan ini diwujudkan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Iskandar menerangkan, namun tanpa disadari, ketidakmampuan mengelola kemajemukan dan ketidaksiapan sebagian masyarakat menerima kemajemukan justru dapat membahayakan Indonesia itu sendiri.
“Pengaruh berkelanjutan politik kolonial devide et impera telah mengakibatkan terjadinya berbagai gejolak yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, ujar Taba saat menjadi narasumber Empat Pilar Kebangsaan.”
Taba menambahkan, bahwa empat pilar merupakan prasyarat minimal bagi bangsa ini untuk bisa berdiri kukuh dan meraih kemajuan. Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara harus menjadi jiwa yang menginspirasi seluruh pengaturan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nilai-nilai Pancasila baik sebagai ideologi dan dasar negara sampai hari ini tetap kokoh menjadi landasan dalam bernegara. “Selain itu, agar negara Indonesia tetap berdiri, setiap warga Negara Indonesia harus memiliki keyakinan, bahwa itulah prinsip-prinsip moral ke Indonesian, tegasnya.”
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan bahwa Kepri memiliki karakteristik Indonesia, yang memiliki ribuan pulau, memiliki ragam suku dan bahasa. Serta di Kepri ini, Ia bersukur ketertiban selalu terjaga. “Bahkan pesta demokrasi di Tanjungpinang kemarin, berlangsung aman dan tertib, ucap Nurdin.”
Atas dasar itulah, Ia berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemuda untuk menjadi agen pembawa semangat empat pilar kebangsaan ini.
Sementara itu, Kasi Intel Korem 033/WP, Kol Parluhutan Marpaung, mengatakan bahwa tantangan Indonesia kekinian adalah terorisme dan radikalisme. “Dan susahnya, ideologi ini disebarkan ke berbagai negara melalui simpatisan-simpatisan dan dunia maya, kata Marpaung.”
Ia meminta agar masyarakat dapat ikut memerangi paham radikal dan terorisme ini. Salah satunya dengan memahami empat pilar kebangsaan ini.
Sum : hms dprd kepri
Editor : red.

Komentar