oleh

Jalan Lintas Provinsi di Kabupaten Rokan Hilir, Riau Rusak Parah

-Daerah-1,488 views

RIAU, ACIKEPRI.com — Kerusakan jalan lintas provinsi sepanjang 10 kilometer dengan lebar 10 meter, dari desa Panipahan menuju kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, semakin parah. Saat musim hujan tampak seperti kubangan lumpur yang pekerjaan masih terbengkalai hingga sekarang.

Jalan tersebut adalah satu-satunya jalan darat menuju Bagansiapiapi, ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Jalan ini sampai saat ini belum ada pengaspaalan atau pengerasan, penimbunan badan jalan.

Kondisi jalan ini cukup memprihatinkan, saat musim hujan seperti kubangan kerbau karena dilalui kendaraan roda dua.

Dan tidak bisa dilewati Kendaraan roda dua dan roda empat hanya bisa melewati daerah ini dalam keadaan terpaksa, karena jalan masih ditimbun dengan tanah merah sebagai mana gambar yang kita lihat.

Beberapa warga yang melintasi jalan ini pada libur di tahun baru 2018 pada tahun ini, menyebutkan hampir memakan waktu puluhan jam, pada hal katanya andai jalannya tidak licin dan tidak becek paling makan waktu hanya hitungan menit saja.

Salah satu warga Nasri yang setiap minggunya melintasi dan menuju ke kebunnya mengaku jalan tidak bisa dilewati saat hujan.

“Kita berharap jalan ini dapat perhatian pemerintah dan bisa selesai dibangun,” ujarnya.

Nasri meminta, kepada presiden Jokowi Dodo dan juga kepada gubernur dan bupati juga kepada anggota DPRD agar memprolitaskan secepatnya.

Menurut pantauan detikkasus com, jalan tersebut adalah satu-satunya jalan poros yang di dambakan warga Kecamatan Palika yang ditembus melalui jalur darat menuju ke daerah lain, Warga Palika selama ini, menggunakan darat melalui wilayah Sumut melalui perkebunan swasta perusahan PTHPP.

“Sebenarnya warga sudah kecewa, siapapun pemimpinya baik bupati dan gubernur belum ada yang mambuka wilayah Kecamatan Palika dari terisolir dari jalur darat,” tambanya.

Akibatnya, warga daerah ini sangat kesulitan untuk menjual hasil kebun seperti sawit, karena jalan tidak lancar, bahkan hasil kebun mereka bisa membusuk di kebun karena jalan tidak maksimal bisa digunakan masyarakat.

“Saat hujan jalan licin dan berair, dan saat kemarun berlubang bekas genangan air serta berdebu,” ujarnya.

Harapan warga, jangan datang berkampanye ke Palika kalau tidak sanggup membangun jalan yang tinggal beberapa puluh kilo meter lagi untuk membuka keterisoliran daerah Kecamatan Palika.

Sumber : Jurnalis polisi
Editor : Sarwanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *