BATAM, ACIKEPRI.com – Vice President Public Relations Bright PLN Batam, Samsul Bahri, menyebut, bahwa bright PLN Batam akan melakukan pemadaman listrik pada Sabtu, 23 Februari hingga Jumat, 1 Maret 2019 mendatang. Hal ini dilakukan karena adanya gangguan suplai gas.
Masyarakat diharap dapat memahi serta memaklumi hal tersebut. Saat disinggung mengenai kompensasi yang diberikan kepada masyarakat terdampak, pihak PLN Batam pun akan mengkajinya terlebih dahulu.
Samsul menjelaskan, kompensasi kepada pelanggan sudah diatur dalam Peraturan Gubernur nomor 22 tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) PLN Batam.
“Nanti kami akan lihat teknis TMP-nya karena durasi pemadaman masing-masing area pelayanan juga berbeda aturan. Seperti TMP antara wilayah Batamkota, Batuaji, Nagoya, dan Tiban tentu berbeda,” kata dia, Rabu, 20 Februari 2019.
Kendati demikian, menurut Syamsul, pembangkit listrik di Batam memiliki kesamaan seperti Singapura, pihaknya masih terkendala oleh banyak hal untuk menyediakan penyimpanan gas guna mendukung pelayan listrik.
Sebab, penyimpanan gas membutuhkan investasi yang cukup besar karena Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) milik PLN Batam kapasitas gas turbin 30 megawatt membutuhkan 6000-7000 mmbtud.
“Jadi penyimpanan gas untuk kebutuhan operasi satu unit PLTG 30 megawatt dalam satu bulan sekitar 180000 hingga 210000 mmbtud pasti butuh investasi besar dan mahal untuk storagenya,” jelasnya.
Terkait pemadaman bergilir ini, Samsul mengungkapkan saat ini pihaknya melakukan sosialisasi internal atau ke seluruh karyawan PLN Batam agar mereka memahami kondisi yang terjadi. Dengan begitu, seluruh karyawan dapat menjadi corong informasi perusahaan di lingkungan masing-masing. Sosialisasi juga dilakukan melalui rekan-rekan media massa yang disertai jadwal dan lokasi pemadaman listrik.
“Informasi pemadaman ini juga diinformasikan melalui situs dan media sosial resmi PLN Batam termasuk Contact Centre 123,” paparnya.
Masih soal pemadaman listrik ini, Samsul menjelaskan bahwa akan ada objek vital yang tidak terdampak dan akan diprioritaskan. Ia pun berharap kepada pelanggan yang memiliki genset atau sumber listrik cadangan utama agar mengoperasikannya. Sehingga dapat membantu pelanggan rumah tangga yang beban penggunaan listriknya berkurang.
“Mobil genset kami nantinya juga akan standby, namun tentunya juga harus ada prioritas penggunaan baik untuk objek vital atau acara kenegaraan,” tutupnya.
Sumber : Batamxinwen
Editor : Sarwanto

Komentar