Enam Terduga Pelaku dan Senjata M4 Carabine Untuk Memicu Kerusuhan

0
236

Jakarta – Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. menunjukkan senjata-senjata yang diduga akan digunakan pelaku untuk memicu kerusuhan massa aksi 22 Mei.

Kapolri mengungkapkan dalam seminggu ini Polri telah menangkap 6 orang berikut senjata sebagai barang bukti. Skenarionya adalah menimbulkan martir dan menyalahkan aparat keamanan agar membuat masyarakat marah, Rabu (22/05/2019).

“Dalam waktu seminggu ini, Polri sudah menangkap sejumlah orang berikut senjata api yang bertujuan untuk membuat kerusuhan pada tanggal 22 Mei, itu diamankan. Ada 6 orang yang sudah diamankan,” ungkap Kapolri dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/05/2019).

Dalam jumpa pers yang didampingi Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Presiden Moeldoko, dan beberapa pejabat lain, Kapolri menunjukkan senjata-senjata tersebut. Kapolri, pertama sekali menunjukkan senjata laras panjang M4 Carabine.

“Senjata panjang jenis M-4 dilengkapi dengan peredam. Jadi kalau ditembakkan, suaranya tidak kedengaran. Juga dilengkapi pisir, artinya bisa dipakai teleskop untuk sniper,” jelas Jenderal Pol Tito Karnavian.

Senjata M4 ini biasa digunakan oleh tentara angkatan darat dan Korps Marinir AS. Senapan serbu M4 diketahui memiliki laras 14,5 inci dengan peluru kaliber 5,56 milimeter dari magasin yang berisi tiga puluh peluru. Senjata tersebut memiliki mode semi otomatis dan dapat memuntahkan tiga butir peluru sekaligus. Tak hanya senjata laras panjang, Polri juga mengamankan pelaku lain yang akan menggunakan senjata untuk menimbulkan korban jiwa saat aksi 22 Mei digelar. Ada 2 senjata laras pendek yang ditunjukkan oleh Kapolri.

“Tanggal 21 Mei kemarin kita juga menangkap 3 orang. Mereka ditangkap dengan senjata revolver jenis Taurus Glock 22 berikut sejumlah peluru 2 dus M-4 hampir 60 butir. Pengakuan mereka sama nanti dipakai untuk tanggal 22,” tegas Jenderal Pol Tito Karnavian.

Dari pengakuan para pelaku yang ditangkap, senjata-senjata tersebut memang digunakan untuk membuat rusuh saat aksi 22 Mei.

“Tujuan untuk apa? informasi intelijen kita senjata-senjata ini mereka pakai di antaranya untuk selain kepada aparat, pejabat juga, juga untuk ke massa supaya timbul martir. Alasan untuk buat publik marah, yang disalahkan aparat pemerintah,” jelas Kapolri.

Penangkapan sejumlah pelaku teror yang mereka lakukan juga akan ‘main’ di tanggal 22 dengan menggunakan sejumlah bom sudah kita sita dan ada 4 senjata api, masih kita sita. Satu senjata panjang, 3 senjata pendek yang akan digunakan pada aksi-aksi tanggal 22 atau pada saat ribut,” jelas Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

sumber : wartalika.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.