Gereja Katolik Paroki Santo Joseph Direhap Tanpa Menganggu Kearifan Lokal

0
69

KARIMUN, Acikepri.com – Gereja Katolik Paroki Santo Joseph yang terletak tepat didepan Polsek Balai, JL. Trikora No. 1 Tg. Balai Karimun, mengalami kerusakan dibeberapa bagian Bangunannya.

Gereja tersebut berdiri sejak tahun 1928 jauh sebelum kemerdekaan Indonesia dan jumlah umat pemeluknya berkisar 2000 orang, karena bangunan yang sudah begitu lama serta beberapa bagian mengalami kerusakan untuk itulah perlu direhapnya, meskipun begitu rehap yang dilakukan perlu menjaga kenyamanan masyarakat dengan tidak berlibihan dan menjaga kearifan local, Ucap Uskup Keuskupan Pangkal Pinang, Mgr. Prof. DR Adrianus Sunarko, OFM diruang Gereja pada media Acikepri.com.

“Adapun alasan lain direhapnya karena kapasitas yang beribadah juga bertambah, bahkan saat beribadah sebagian umat katolik harus diluar ruangan dan kita merehap ini melalui proses perijinan selama 8 tahun lamanya, dengan mengakomodir kenginan masyarakat dan telah kita sosialisasikan dan mediasi bahkan kita juga menggunakan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan oleh Bupati Karimun melalui Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun,” Terangnya.

Uskup Keuskupan Pangkal Pinang, Mgr. Prof. DR Adrianus Sunarko, OFM menuturkan, kita merehap bukan membangun bangunan baru apalagi untuk gagah-gahan kita hanya memikirkan kenyamanan semuanya dan rehap gereja juga tidak membuat Patung Bunda Maria dan Salib diluar ruangan, tegasnya.
Selain itu Romesko Purba Ketua Bidang Panitia Pembangunan Gereja(PPG) menuturkan, telah banyak isu miring yang disebar oknum tertentu tentang rehap ini sehingga menuai kontra di masyarakat,padahal proses pengurusan IMB memenuhi ketentuan dan aturan berlaku, katanya pada sabtu (26/10).
“saya ingin meluruskan isu miring yang beredar bahwa akan didirikan Patung Bunda Maria dengan tinggi itu tidaklah benar, dan mengenai Salib diluar ruangan Gereja yang tinggi dan besar tidaklah ada, sebagai mana kesepakatan bersama bahwa Gereja akan mengakomodir kearifan local dengan tidak mengenakan atribut keagamaan diluar ruangan” tuturnya.

Romesko katakan, dan ada lagi isu Gereja ini nantinya dibangun 2lantai itu juga tidak benar sesuai kesepakatakan bersama bahwa Gereja tidak boleh tinggi dari Rumah Dinas Bupati Karimun yang tingginya 12cm, bangunan Gereja hanya 11,80 meter, kecuali Rumah tinggal Pastor (sejenis ruko), Gereja ya akan tetap 1lantai, Pungkas.(ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.