JAKARTA, ACIKEPRI.com – Cara berpikir Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dinilai salah. LBP menyatakan keran ekspor benih lobster lebih baik dibuka daripada diselundupkan.
“LBP dukung ekspor baby lobster karena alasan daripada diselundupkan lebih baik ekspor dibuka, itu artinya pemimpin negaranya tulalit,” ujar Ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya siang ini, Senin (23/12/2019).
Mengapa tulalit? Dalam hemat Arief, diksi tulalit sangat tepat karena dari pernyataan Luhut menunjukkan pemimpin negara kalah hebat dari para penyelundup.
“Itu artinya, pemimpin negara bisa kalah sama para penyelundup baby lobster,” imbuhnya.
Diketahui, ekspor dan budidaya benih lobster yang menjadi polemik beberapa pekan terakhir adalah topik lama yang kembali diangkat oleh Menteri KKP Edhy Prabowo.
Edhy Prabowo mengizinkan ekspor baby lobster dengan langkahnya mencabut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia khususnya pasal 7 yang mengatakan setiap orang dilarang menjual benih lobster untuk budidaya.
Protes antara lain disampaikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi mengingatkan bahwa ekspor benih lobster mengancam keberadaan lobster atau bisa saja menjadi krustasea yang akan punah dalam suatu waktu. Ia berharap, lobster yang memiliki nilai ekonomis tinggi jangan sampai punah.
Inilah yang menjadi alasan mengapa Susi di eranya Menteri KKP, melarang ekspor dan budidaya benih lobster. Pasalnya, larangan tersebut tidak semata-mata diterbitkan tetapi memiliki tujuan yang hendak dicapai yaitu untuk meningkatkan nilai tambah dari lobster itu sendiri sebelum diperjualbelikan di pasar global dan mencegah keuntungan yang diperoleh oleh negara lain dibandingkan dengan Indonesia yang kaya akan krustasea.
Belakangan, dalam pernyataannya, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar menyatakan setuju dengan langkah Edhy Prabowo. Ia antara lain menyebut keran ekspor baby lobster lebih baik dibuka karena toh sekalipun dilarang, penyelundupan baby lobster terjadi.(katta)

Komentar