oleh

Komisi I DPRD Batam Soroti Anggaran Bansos yang Tak Tepat Sasaran

-Batam, Kepri-1,277 views

BATAM, ACIKEPRI.com – Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Budi Mardiyanto mengkritisi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kota Batam yang dianggap tidak tepat sasaran dan menyebabkan ada warga terdampak yang tidak mendapatkan bantuan sembako.

“Sudah banyak laporan yang masuk dari warga Kecamatan Sekupang kepada saya. Mereka mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan. Selain itu, paket sembako yang diberikan nilainya tidak mencapai Rp 300 ribu atau sesuai dengan janji sebelumnya,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini pun menegaskan, anggaran yang digunakan untuk pembelian sembako tersebut terbilang sangat besar. Sehingga diperlukan keadilan dan pemerataan untuk masyarakat.

“Bayangkan, anggaran dari APBD sebesar Rp 180 Miliar dan Rp 180 Miliar lainnya bersumber dari BP Batam yang disalurkan oleh Pemerintah Kota Batam,” terang Budi dilansir dari IDNNews.id, Rabu, 13 Mei 2020.

Selain itu, tambahnya, ada juga bantuan sembako yang didapatkan dari dari Pemerintah Provinsi Kepri sebanyak 280 ribu paket yang masing masing paket senilai Rp 300 ribu, serta 120 ribu paket bantuan dari pengusaha.

“Jika ditotal semuanya, ada 1,6 juta paket. Kalau dibagi-bagi, tidak ada yang tidak dapat. semuanya dapat. Jadi, seharusnya dapat semua, tapi realitanya banyak yang tidak dapat. Bahkan yang sudah mendapatkan BLT, ternyata banyak yang dapat,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya menyayangkan tidak adanya pengawasan dari penggunaan dana tersebut.

“Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana pendataannya dan pembagiannya? Serta pengawasannya bagaimana,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Batam telah memanggil seluruh camat yang ada di Kota Batam, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) melalui teleconference di ruang Komisi I.

Dimana hal tersebut bertujuan untuk meminta data penerima bantuan sosial setiap kecamatan. Namun data tersebut, belum diserahkan oleh pihak kecamatan.

Bahkan juga, Komisi I DPRD Batam juga telah menyurati setiap camat untuk menyampaikan data jumlah penerima sembako.

“Tapi datanya itu sampai sekarang kita belum terima. Data penerima bantuan yang telah terealisasi pada tahap pertama pun katanya itu masih ada perbaikan-perbaikan,” imbuhnya.

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *