oleh

9 Tuntutan Wali Murid ke Dinas Pendidikan Kota Batam Soal Penyelewengan Dana Bos

-Batam, Kepri-1,130 views

BATAM, ACIKEPRI.com – Ratusan Wali Murid Yayasan Sekolah THERESIA menggelar aksi demo di Gedung Yayasan Sekolah THERESIA pada Senin, 16 Juni 2020.

Diduga Yayasan Sekolah yang terletak di Batu Aji itu menyelewengkan peran Kepala Sekolah yang berlegalitas Nomor Unit Kepala Sekolah, Guru dan Komite Sekolah  dengan tujuan mempermudah mengolah dana BOS sendiri.

Dana Bos sengaja di kelola secara tidak transparan, dan rata-rata hanya di ketahui oleh pihak Yayasan sekolah Theresia dimana terstruktur Kepala Sekolah dan staf administrasi adalah keluarga dari pemilik yayasan.

Aksi demo yang dimulai pukul 09.00 WIB ini tidak membuahkan hasil, pasalnya pihak pemerintah setempat (RT/RW) melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian.

Protes dan  tanya jawab yang semulanya di harapkan dan direncenakan secara transparan, serta kondusif oleh kedatangan orang tua murid kepada pihak yayasan sekolah THERESIA terjadi emosional yang alot yang di lontarkan oleh anak pemilik yayasan sekolah.

Geram atas pernyataan  kasar dan rasis oleh anak yayasan tersebut dan tidak membuahkan hasil, pihak Orang Tua Murid didampingi oleh RT/RW melanjutkan perjalan ke Dinas Pendidikan kota batam.

Rapat Dengar Pendapat Dinas pendidikan yang oleh Kabid Pembinaan dan Ketenangan Djupri, dan Kasi Pembinaan Ketenagaan SMP Bapak Firdaus mendengarkan tuntutan dan tanya jawab oleh perwakilan Wali Murid.

Ada 9 tuntutan yang diminta wali murid kepada pihak Yayasan Sekolah THERESIA yakni:

1. Pengelolaan, pengalokasian dan pembelanjaan dana BOS, penerimaan dana bos tahap 1 tahun 2020 serta menuntut setipa rincian pengeluaran dana bos wajib di umumkan atau di tempelkan dipapan mading sekolah agar bisa di ketahui oleh orang tua murid.

2. Kami juga melaporkan kepada bapak perwakilan dinas pendidikan bahwa Komite Sekolah yang diangkat oleh pihak Yayasan Sekolah THERESIA sudah di pecat oleh yayasan sekolah secara sepihak tanpa sepengetahuan kami orang tua murid sebagai perpanjangan tangan kami kepada pihak yayasan, pembahasan secara utuh terkait rencana anggaran dan belanja sekolah( RAPBS) tahunan, rencana kegiatan anggaran sekolah(RKAS) dan mengikut sertakan komite sekolah sebagai saran pertimbangan juga pengawasan komite sekolah dan tidak di pecat secara sepihak.

3. Mendesak agar pengelolaan sekaligus penanggungjawab dana bos diserahkan kepada kepala sekolah yang kredibel serta memiliki kelengkapan administari Nomor Unit Kepala Sekolah-NUK.

4. Menolak Ketua yayasan atau pemilik Yayasan Sekolah THERESIA yang masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

5. Menolak Perlakuan atau tindakan sewenang wenang pihak Yayasan Sekolah THERESIA beserta keluarganya terhadap guru -guru, Kepala sekolah dan komite sebagai perwakilan yang di pilih langsung oleh orang tua wali murid.

6. Menyerukan Peningkatan kesejahteraan semua SDM, SDS guru-guru sekolah THERESIA.

7. Yayasan Sekolah THERESIA berkewajiban untuk mengikut sertakan semua tenaga pendidik ke BPJS Kesehatan.

8. Yayasan berkewajiban memberi cuti melahirkan kepada guru-guru perempuan tanpa pemotongan hak nya secara berlebihan, dan mendapatkan hak Tunjangan Hari Besar seperti THR/THN.

9. Menghimbau pihak yayasan bersedia mengembalikan seutuhnya uang pendaftaranmurit baru tingkat TK dan SD yang sudah terlanjur di bayar bila mana orang tua murit yang bersangkutan Membatalakan pendaftaran calon siswa tersebut ke yayasan THERESIA.

Kabid Pembinaan dan Ketenangan Djupri, mengaku, sudah mendengar berita desas desus Yayasan Sekolah THERESIA yang arogan dan bertindak sewenangwenang
terhadap guru.

“Nanti kita akan tindak lanjuti dan akan mengambil tindakan tegas dan merapatkan ini dengan Kepala dinas Pendidikan,” ucapnya. (aci)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *