oleh

Keluarga Korban Kecelakaan Tambang IUP PT. RAI Taruh Harapan ke Inspektur Tambang

Karimun – Keluarga korban kecelakaan di tambang di areal IUP PT. RAI yang berada di desa Pangke Barat kecamatan Meral Barat kabupaten Karimun Kepulauan Riau pada hari Sabtu, 29 Januari 2022 lalu menjadi kesedihan mendalam bagi anak dan istri korban.

Istri korban Junainah (44) dan kedua anaknya Eldiansyah (15) dan Marsha (9) saat ditemui Jumat, 4 Februari 2022 menjelaskan, bahwa dirinya harus menghidupi kedua anaknya yang masih balita ditambah lagi kehidupan kami yang pas-pasan selama ini dengan rumah tempat tinggal yang masih sewa membuat saya sebagai istri dan ibu dari anak-anak pusing tujuh keliling, ditambah lagi sikecil yang belum paham selalu bertanya ayahnya”, jelas istri korban dengan tangis dan air mata.

Agar tidak larut dalam tangisan dan kesedihan, akhirnya awak media ini mencoba menghibur keluarga korban  agar bersabar dan senantiasa mengirimkan do’a buat almarhum sosok suami dan ayah dari anak-anak yang ditinggalkan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Riau pak Darwin ketika dimintai keterangan via wa memjelaskan ,” bahwa Sejak 11 Desember 2020, sesuai dengan Ketentuan UU Nomor 3 Tahun 2020, kewenangan pengelolaan kegiatan usaha pertambangan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Untuk aspek pengawasan, Kementerian ESDM memiliki 6 orang Inspektur Tambang yang berkedudukan di Tanjungpinang, dengan Kantor di bilangan Tanjung unggat. Berkaitan dengan Insiden PT. RAI, kewenangan pengawasan dan pemeriksaannya saat ini menjadi kewenangan penuh Inspektur Tambang dibawah perintah Kementerian ESDM RI”, jelas pak Darwin melalui wa.

Sementara itu Koordinator Inspektur Tambang Kepri, Sastro Purba yang sangat diharapkan dapat membantu DEMI keadilan dan kemanusiaan bagi keluarga korban, Kamis (3/2/2022) saat dikonfirmasi via wa menjelaskan ,” Bahwa benar kegiatan pengawasan berada pada Inspektur Tambang, saat ini kami sedang melakukan investigasi terkait kejadian tersebut dan masih berlangsung”, jelas singkat pak Satro Purba ke awak ini.

Diakhir wawancara istri dari almarhum Hadriansyah dengan penuh harap meminta ada kepedulian dan tanggungjawab dari pemegang IUP PT.RAI akan nasib dan kelangsungan hidup serta keberlangsungan pendidikan anak-anak korban yang kini kehilangan ayah sosok tulang punggung keluarga. (H)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *