oleh

Modal Ketapel, Emak-emak dan Anak-anak di Karimun Usir Alat Berat

Karimun – Emak-emak dan anak-anak yang berdomisili di Bati RT.002/RW.003 kelurahan Pamak, kecamatan Tebing dan Bukit Cincin RT.003/RW.003 kelurahan Sungai Raya, Mecamatan Meral, Kabupaten Karimun mengusir alat berat excavator yang bekerja dilahan yang dikuasai masyarakat, Selasa, 8 Maret 2022.

Tanpa ada pemberitahuan dan persetujuan masyarakat yang menguasai lahan dimaksud, alat berat excavator tiba-tiba bekerja di lahan masyarakat.

Tentunya ini memicu kemarahan masyarakat apalagi selama ini sudah merasa lelah dengan berbagai tekanan ditambah lagi somasi-somasi yang dikirim oleh PT. Karimun Sejahtera Propertindo (PT.KSP) sangat melukai hati masyarakat yang diminta keluar tanpa ganti rugi dan jika tidak mau akan dilaporkan ke Polda Kepri.

Semula alat berat excavator berada dilokasi ini menurut keterangan Tim Kuasa masyarakat yaitu pak Osmar dan pak Philipus , dimana pihak Kodim 0317 Tanjung Balai Karimun meminjam pakai untuk penanaman rumput gajah sebagai percontohan bagi masyarakat untuk pakan sapi, dan dari imformasi pihak kodim ke tim perwakilan masyarakat pada waktu itu mereka hanya meminjam pakai lahan seluas 2500 M2.

Walau ada sedikit kekecewaan bagi masyarakat karena lahan ini masih menjadi sengketa antara masyarakat dengan PT.KSP, namun masyarakat tetap positif thinking dan legowo menghormati pihak kodim 0317 Tanjung Balai Karimun yang berniat baik untuk kegiatan percontohan bagi masyarakat di bumi berazam ini.

Sementara itu pihak PT.KSP yang berada dilapangan berinisial N dan juga operator alat berat excavator ketika dikonfirmasi awak media ini siapa yang menyuruh mengolah lahan masyarakat dengan excavator tersebut, apakah pihak kodim atau pihak perusahaan,” kami hanya pekerja pak, pihak PT.KSP lah yang meminta kami beroperasi di lahan ini “, jelas mereka.

Selanjutnya mewakili emak-emak yang hadir Buhesti menjelaskan,” Seharusnya aparatur pemerintah maupun pemerintah daerah ambil peduli atas keluhan, laporan dan pengaduan masyarakat dalam menegakkan kebenaran, jangan kami masyarakat dianggap seperti sampah, laporan masyarakat selalu didiamkan dan di SP3kan, sementara laporan dari pihak perusahaan walau terkesan dipaksakan selalu ditindaklanjuti, ada apa ini semua ?..

Lanjut Buhesti lagi,” Demi Negeri Pertiwi, nenek moyang kami dengan air mata, keringat, darah bahkan nyawa telah mereka korban kan, kami tidak mau menjadi anak cucu yang kualat yang tidak berjuang mempertahankan kehidupan dan tempat tinggal kami, kami akan terus berjuang mempertahankan lahan dan tempat tinggal kami”.

Demi menjaga situasi Karimun agar tetap kondusif dan juga menghindari konflik, atas permintaan masyarakat agar tidak melanjutkan pengoperasian excavator di lahan masyarakat akhirnya baik operator alat berat excavator dan juga supir-supir dumtruk akhirnya bersedia meninggalkan lokasi yang dikelola masyarakat.

HARIONO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *