Karimun – Korupsi adalah merupakan kejahatan luar biasa yang merugikan banyak pihak. Untuk menumbuhkan kesadaran publik terkait bahaya laten korupsi, ditetapkanlah Hari Antikorupsi sedunia (Hakordia) pada setiap 9 Desember.
Sejarah hari antikorupsi sedunia yang diperingati pada setiap 9 desember ini dilatarbelakangi oleh munculnya kesadaran untuk mengakhiri dampak buruk korupsi.
Dari laman United Nation (UN), peringatan hari antikorupsi sedunia atau International Anti-Corruption day melewati proses yang cukup panjang. Dimulai saat Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyadari dampak kerugian korupsi, sehingga dipandang perlu merumuskan instrumen hukum internasional terkait pemberantasan dan antikorupsi ditingkat global agar lebih efektif.
” Praktik korupsi sangat melukai perasaan kaum miskin. Korupsi menjadi penyebab utama rusaknya perekonomian suatu bangsa dan menjadi penghambat utama pengentasan kemiskinan dan pembangunan”, ujar Sekjen PBB Kofi Annan dalam Pidato semasa hidupnya pada 30 Oktober 2003 silam.
Kemudian tepat pada 31 Oktober 2003 silam, melalui resolusi 58/4 Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar Konvensi untuk menentang korupsi (United Nations Convention Against Corruption/UNCAC).
Berselang 40 hari kemudian, PBB menyetujui Perjanjian Antikorupsi yang ditandatangani di Merida, Meksiko pada 9 Desember 2003. Dan berdasarkan waktu penandatanganan perjanjian tersebut, sekaligus ditetapkan pula sebagai Hari Antikorupsi internasional pada 9 Desember setiap tahunnya, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap korupsi serta peran konvensi dalam memerangi dan mencegahnya. Selanjutnya pada Desember 2005 menjadi peringatan Hari Antikorupsi sedunia yang pertama kali.
Selain meresmikan sebagai Hari Antikorupsi Sedunia, Majelis Umum juga menunjuk pilar PBB lainnya sebagai perwakilan untuk penanggulangan narkoba dan kejahatan atau United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Seiring perjalanan waktu, bertepatan peringatan hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada 9 desember tahun 2022 ini mengusung tema,” Indonesia Pulih, Bersatu melawan Korupsi”.
Tema tersebut memiliki makna bahwa seluruh kementerian /lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat harus bergandeng tangan serta bahu membahu dalam melakukan upaya-upaya pemberantasan korupsi.
Hal tersebut disampaikan Ketua komisi pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam acara Forum penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi Yogyakarta, selasa (15-11-2022) yang lalu.
Beliau mengatakan bahwa peringatan Hakordia 2022 merupakan salah satu upaya menyampaikan laporan kepada publik tentang langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan korupsi yang selama ini dilakukan baik oleh KPK, maupun pemangku kepentingan antikorupsi lainnya.
Disampaikan juga bahwa KPK menginginkan Hakordia 2022 menjadi sebuah gerakan yang mempresentasikan kebangkitan, kepulihan, dan proses pembangunan semangat antikorupsi pascapandemi COVID-19.
KPK meyakini rangkaian kegiatan Hakordia 2022 akan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, sektor usaha, sektor pendidikan serta organisasi masyarakat dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi, dan secara Paralel, akan didapatkan gambaran rencana aksi ke depan di instansi atau sektor masing-masing.
Selain itu, juga memperluas keterlibatan masyarakat dalam menyebarkan dan mengimplementasikan nilai antikorupsi sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pemberantasan korupsi dan tidak sebatas seremonial belaka.
Untuk menambah pengetahuan bagi publik dan atau masyarakat khususnya di kabupaten karimun Kepulauan Riau, awak media ini mencoba meminta tanggapan dari para pihak, bagaimana arti pentingnya peringatan hari antikorupsi sedunia pada 9 desember tahun 2022 ini ?
Dari surat permohonan awak media ini, Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, dan Kepala Kepolisian Resor Karimun dapat dikonfirmasi. Sedangkan Kepala Kantor Wilayah DJBC Karimun sampai berita ini rilis belum dapat dikonfirmasi untuk memberi tanggapan peringatan Hakorla pada tahun 2022 ini.
Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun Medi Rapi Batara Randa, S.H, M.H, ketika dikonfirmasi tentang arti dan makna penting peringatan Hakordia memberikan tanggapannya.
“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa serta sangat berdampak buruk bagi masyarakat dan Negara. Hal tersebut harus kita maknai secara konsisten sehingga upaya dalam memberantas Korupsi menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam memperingati hari antikorupsi sedunia tahun ini, marilah kita bersama-sama menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan pemahaman dan budaya antikorupsi serta memperkuat upaya dalam pemberantasan korupsi di lingkungan masing-masing. Kami warga Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun memiliki komitmen yang kuat dan integritas yang tinggi serta berharap sinergitas yang erat dengan instansi lainnya. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi kunci penting dalam meningkatkan budaya antikorupsi dan memberantas korupsi sehingga dengan hal tersebut diharapkan dapat berdampak positif dalam membangun dan memajukan instansi, daerah hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia”, tanggapan Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun Medi Rapi Batara Randa, S.H, M.H.
Kepala Kejaksaan Negeri Karimun Firdaus S.H, M.H, M.M, M.Ikom, kepada awak media ini ketika dikonfirmasi tentang arti dan makna penting peringatan Hakordia memberikan tanggapannya.
,” peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember memiliki makna khususnya bagi Masyarakat, Pemerintah, dan Aparatur Penegak Hukum”.
,” Makna perayaan Hari Antikorupsi Sedunia bagi masyarakat adalah sebagai motivasi dan pendorong agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan korupsi. Untuk memberantas tindak pidana korupsi Aparatur Penegak Hukum tidak bisa bekerja sendiri, melainkan butuh dukungan serta support dari masyarakat.
Agar pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan penegak hukum. Masyarakat turut memiliki andil, masyarakat dapat berperan dengan menyampaikan laporan atau aduan terkait adanya tindak pidana korupsi, selain itu masyarakat turut berbagi imformasi kepada penegak hukum dalam pemberantasan korupsi. Kiranya dengan perayaan Hari Antikorupsi Sedunia dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Bersih Dari Korupsi. Makna bagi Pemerintah adalah menunjukan bahwa korupsi adalah salah satu sikap dan tindakan yang mencerminkan Integritas dalam mengemban amanah jabatan maupun sebagai aparatur Pemerintahan.
Melalui Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini, semua elemen di Pemerintahan mempunyai tanggung jawab dan kewajiban untuk membudayakan pencegahan antikorupsi dan sama-sama termotivasi dan bersemangat untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Sedangkan makna bagi Aparatur Penegak Hukum adalah sebagai wujud dukungan dan support bagi aparat penegak hukum yang ada di Indonesia dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi.
Dengan adanya perayaan Hari Antikorupsi Sedunia ini memberikan makna bahwa masyarakat memilki harapan dan cita-cita terciptanya Negara Indonesia yang BERSIH DARI KORUPSI. Dengan adanya harapan serta cita-cita masyarakat tersebut mendorong dan memotivasi aparatur penegak hukum agar dalam melaksanakan tanggungjawabnya dengan profesional, tulus dan ikhlas.
Hal ini menunjukan bahwa pemberantasan korupsi yang dilakukan Aparatur Penegak Hukum sangat berarti bagi masyarakat, Bangsa dan Negara. Aparatur Penegak Hukum tidak akan bisa bekerja sendirian tanpa adanya dukungan dan sinergi dari masyarakat. Kiranya dengan perayaan Hari Antikorupsi Sedunia dapat meningkatkan kinerja Aparatur Penegak Hukum dalam pemberantasan korupsi baik dalam hal pencegahan maupun penindakan untuk mewujudkan INDONESIA BERSIH DARI KORUPSI’, tanggapan Kepala Kejaksaan Negeri Karimun Firdaus S.H, M.H, M.M, M.Ikom.
Kapolres Karimun AKBP Tony Pandano, S.I.K, S.H, kepada awak media ini ketika dikonfirmasi tentang arti dan makna penting peringatan Hakordia memberikan tanggapannya.
,”Momentum peringatan Hari Antikorupsi merupakan komitmen kita untuk terus berikhtiar mencegah dan memerangi Korupsi, sebagai bangsa yang berbudaya luhur. Momentum peringatan Hari Antikorupsi seharusnya menjadi pengingat kuat untuk tidak melakukan Tindakan Korupsi. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk secara nyata bersatu padu membangun budaya Antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari”, tanggapan Kapolres Karimun AKBP Tony Pandano, S.I.K, S.H sosok yang selalu aktif pada kegiatan Jum’at Barokah di Karimun Bumi Berazam.
Diperingatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember 2022 ini, seluruh elemen bangsa senantiasa mendo’akan semoga Indonesia menjadi bangsa yang besar, berwibawa,berbudi luhur dan berbudaya antikorupsi, sehinggga Indonesia dan Penyelenggaraan Negara yang benar-benar bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Dan awak media ini apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah bersedia memberi tanggapan tentang makna penting peringatan Hari Antikorupsi Sedunia baik di Kabupaten karimun Kepulauan Riau khususnya, juga Indonesia dan Internasional umumnya.
Tanggapan dari para pihak merupakan seperti kado istimewa bagi awak media ini yang juga berulang tahun tepat pada 9 Desember tahun 2022 ini.
HARIONO

Komentar