Karimun – Bakti Lubis SH, MH melaksanakan pertemuan umum pada hari ketiga pelaksanaan Reses masa sidang I (pertama) DPRD Provinsi Kepulauan Riau di Desa Tanjung Planduk, Pulau Combol, Karimun, Kamis, 9 Maret 2023.
Pada pertemuan tersebut, ratusan masyarakat secara kompak mengharapkan agar Lubis dapat memperjuangkan percepatan realisasi waktu nyala listrik PLN, yang saat ini hanya 7 jam, menjadi 14 jam.
Lubis, selaku perwakilan masyarakat di DPRD Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan bahwa hal itu sudah lama diharapkan dan ditunggu-tunggu oleh warga Desa Tanjung Planduk.
“Masalah ini sudah sangat lama bahkan usulannya sudah 20 tahunan, tentu kita sangat mengharapkan realisasinya segera dan harapan kita sebelum Ramadhan ini terang,” jelas Lubis.
Menurut Lubis, pihak PLN juga telah memberikan keterangan tertulis bahwa hal itu menjadi prioritas untuk ditingkatkan menjadi 14 jam nyala dari yang saat ini hanya hidup selama 7 jam setiap harinya.
“Alhamdulillah, teman-teman PLN sudah pun bersepakat melalui keterangan tertulisnya bahwa hal itu menjadi prioritas dan tentu kita berharap langsung dihidupkan 14 jam sebelum Ramadhan ini mengingat kapasitas daya dan operatornya sangat layak dan siap untuk nyala selama 14 jam setiap harinya,” jelas Lubis.
Lubis menambahkan bahwa hal itu akan kembali ditanyakan kepada pihak PLN sehingga harapannya langsung dapat dihidupkan selama 14 jam nyala. “Semua kondisi teknis dan SDM-nya di sana sangat layak tinggal persetujuan mulai dihidupkan 14 jam saja, dan kita berharap general manager memberikan arahan secepatnya,” harap Lubis.
Sementara itu, Kepala Desa terpilih Tanjung Planduk, Amran, menuturkan bahwa keberadaan PLN untuk nyala selama 14 jam sudah lama ditunggu oleh warga dan bahkan di desa-desa lain yang baru ada PLN, semuanya hidup 14 jam.
Oleh karena itu, menurutnya, pihak PLN harus benar-benar prihatin melihat kondisi masyarakat di Tanjung Planduk yang PLN-nya hanya hidup 7 jam. “Masyarakat kita ini sangat kasihan, dan seharusnya pihak PLN prihatin dengan masyarakat yang saat ini hanya mendapatkan akses listrik selama 7 jam setiap harinya,” jelas Amran.
Editor: SR

Komentar