oleh

Terbongkar, Proyek Kabel Fiber Optik di Natuna Tak Sesuai Standar Operasional

Natuna – Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 2,1 kilometer dari simpang tiga kantor Bupati Natuna sampai Palapa Ring Barat (PRB) menjadi pusat perhatian.

Pasalnya, terdapat kabel fiber optik yang ditanam di jalan rabat beton tersebut.

Jointer Palapa Ring Barat (PRB), Muhammad Ilyas mengakui bahwa standar operasional penanaman kabel fiber optik memang 1 meter.

Namun, karena dikerjakan oleh tenaga manusia dan ramai, jadi ada beberapa titik tidak memenuhi standar operasional penanaman kabel fiber optik.

Ilyas beralasan, karena kondisi tanah. “Kondisi tanah kita ini ada tempat yang lembut dan keras. Yang keras para pekerja gak bisa maksa sampai 1 meter,” ucapnya.

Dia mengatakan, bahwa proyek Palapa Ring Barat itu dikerjakan pada tahub 2017 atau 2018.

Ilyas kembali menjelaskan terkait penanaman kabel fiber optik di jalan rabat beton.

“Yang ditanam ini kabel pengganti, jadi kabel yang aktif itu masih dibawah tanah,” tegasnya.

Ilyas menuturkan, bahwa kabel ipek telkomsel yang rusak kemarin itu 1 cor. Kabel PRB yang ada didalam tanah berjumlah 24 cor rusak 1 cor.

“Jadi permintaan dari Bakti minta diganti, nah solusinya kami ganti itu dengan menggelar kabel yang nampak sekarang ini,” jelas Ilyas.

Ilyas menerangkan, kabel yang digelar dan ditanam dijalan rabat ini sebenarnga kabel pengganti.

“Itu dipakai atau gaknya kita serahkan kepada Bakti dan itu juga belum tentu dipakai,” ucapnya.

Ilyas menyatakan, dari pengerjaan jalan ini sudah ada perjanjian awal antara PRB dan PU udah ada komitman awal tidak ada yang dirugikan.

“Timbunan beton secara teknis aman, karena kabelnya itu kan udah kita sarung pakai pipa luamayan besar didalam. Walaupun keinjak gak akan penyek didalamnya, masib tetap aman apalagi ditimbun sama beton,” ujarnya.

Ilyas juga menyebut, bahwa standar operasional PRB kabel fiber optik memang harus ditanam.

“Karena kita lihat situasi dan kondisi kita sejalan dengan PU, kami menebar kabel dan PU ngecor jalan,” jelasnya.

Melansir liputan6.com, investasi Palapa Ring Barat menghabiskan biaya sebesar Rp 3,48 triliun dengan panjang kabel 2.200 kilometer.

Dengan mengahabiskan anggaran triliunan rupiah, lantas mengapa tidak menggunakan alat berat sebagai penggali untuk penanaman kabel fiber optik. Jika tidak sesuai standar operasional apakah ini bukan ladang korupsi.(Sar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *