Natuna – Hujan deras yang mengguyur Kota Ranai sejak Sabtu dini hari mengakibatkan banjir di beberapa titik langganan genangan air.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Banjir yang melanda wilayah Air Lebay, Batu Hitam, dan Air Lakon ini merendam sejumlah rumah warga dan mengganggu aktivitas harian mereka.
Sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban dan telah menerima bantuan yang disalurkan langsung oleh Dinsos Natuna.
Kepala Dinas Sosial, Puryanti memastikan bahwa seluruh bantuan telah diterima oleh warga yang membutuhkan.

“Jumlah penerima bantuan ada 27 Kartu Keluarga yang terdata dan sudah selesai disalurkan hari ini,” ujar Puryanti, Sabtu, 1 Februari 2025.
Adapun jenis bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok seperti minyak makan, gula pasir, sarden, susu, teh, kecap, saus, biskuit, dan mi instan.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan selama masa pemulihan.
Banjir di Kota Ranai bukanlah kejadian baru. Beberapa lokasi seperti Air Lebay, Batu Hitam, dan Air Lakon memang dikenal sebagai daerah rawan banjir akibat tingginya curah hujan dan sistem drainase yang kurang optimal.
Seorang warga Air Lebay, Samsul (45 tahun), mengungkapkan bahwa banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya.

“Air naik cukup cepat. Kami terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara. Syukurlah ada bantuan dari pemerintah, setidaknya bisa meringankan beban kami,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lainnya berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan banjir ini agar tidak terus berulang.
Dinas Sosial Natuna tidak hanya menyalurkan bantuan tetapi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Selain itu, mereka berharap agar Pemkab Natuna dapat menemukan solusi permanen guna mengatasi masalah banjir di Kota Ranai.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik. Kami juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan seperti sekarang,” tambah Hasmuri.
Ke depan, masyarakat berharap adanya peningkatan sistem drainase, pembuatan tanggul, atau solusi teknis lainnya agar banjir tidak terus menjadi ancaman tahunan bagi warga Kota Ranai.
Sebagai langkah mitigasi, warga pun diharapkan bisa lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkab Natuna menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam melindungi serta membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana mencari solusi yang lebih sistematis agar banjir tidak lagi menjadi momok bagi warga Ranai di masa mendatang. (Why/Sar)
Editor: Sar

Komentar